Film East Jerusalem/West Jerusalem Tutup Tolerance Film Festival

Ramdan Malik ยท Senin, 19 November 2018 - 17:03 WIB

JAKARTA, iNews.id – Kisah unik musisi muslim Palestina, Muhammad Mughrabi yang rekaman dengan musisi Yahudi Israel, David Broza, dalam dokumenter East Jerusalem/West Jerusalem menutup Tolerance Film Festival di Pusat Kebudayaan Perancis (IFI) Jakarta, Minggu, 18 November 2018. Dengan lirik bahasa Inggris, Arab, dan Ibrani, mereka bernyanyi diiringi gitar, gambus, bass, drum, biola, cello, serta harpa. Selama delapan hari mereka rekaman di Yerusalem Timur yang didominasi muslim Arab, namun dipisahkan tembok dengan Yerusalem Barat yang dihuni mayoritas Yahudi Israel.

Dalam sebuah lagunya, David bernyanyi lirih, “Pada suatu hari nanti, anak-anak Ibrahim akan meletakkan pedang di Yerusalem”. Film ini ditutup dengan unjuk rasa warga Israel pada Hari Yerusalem, pelukan dua musisisi berbeda SARA di atap rumah setelah azan nan indah terdengar dari Masjidil Aqsha, serta sekolah musik yang mereka dirikan untuk anak-anak pengungsi Palestina. Sebuah dokumenter nan elok di antara sebelas film yang diputar sejak Kamis 22 November 2018.

Sebelum film diputar, sebuah diskusi mendahului. Mantan pemuka Jamaah Islamiyah Malaysia yang ditangkap di Bekasi, Nasir Abas, bercerita tentang sekolah toleransi Selamat Pagi Indonesia yang didirikannya di Malang, Jawa Timur. Seorang pemuda Ambon yang berkelana dari Afghanistan hingga Irak, Alto Labetubun, mengisahkan ajaran agama yang kerap ditelikung kelompok-kelompok radikal untuk kepentingan ekonomi-politik sesaat. Selain penonton umum, diskusi ini dipadati mahasiswa dan mahasiswi sebuah perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Keuangan.

Video Editor: Mu’arif Ramadhan

Editor : Tuty Ocktaviany