TEHERAN, iNews.id - Majelis Pakar Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada Minggu (8/3/2026) malam. Dia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026.
Pengumuman tersebut dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, yang menyebutkan keputusan diambil melalui pertemuan Majelis Pakar.
Horor! Israel Mengebom Depot Minyak Iran, Picu Kekhawatiran Hujan Beracun di Teheran
Penunjukan Mojtaba dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat serta adanya ancaman terhadap kepemimpinan baru Iran.
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama yang memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kedekatan tersebut dinilai memperkuat posisi politik dan militer Iran dalam menghadapi tekanan dari luar negeri.
Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh
Banyak pihak menilai Mojtaba akan melanjutkan sikap keras yang selama ini ditunjukkan oleh ayahnya dalam menghadapi negara-negara Barat. Pengangkatannya juga dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Iran tetap mempertahankan garis politik perlawanan terhadap tekanan internasional.
Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani turut mengonfirmasi keputusan tersebut.
Perang Iran vs AS-Israel Memanas, PDIP Terbitkan Instruksi Waspadai Lonjakan Harga BBM
"Majelis Pakar melakukan pertemuan meskipun ada ancaman Trump untuk mengganggunya," kata Larijani.
Meski berada di bawah tekanan dan ancaman, Majelis Pakar tetap melanjutkan proses pemilihan pemimpin tertinggi sebagai bagian dari mekanisme konstitusional Iran.
Video Buktikan Rudal Tomahawk AS Hantam Sekolah di Iran, Tepis Pernyataan Trump
Dengan penunjukan Mojtaba Khamenei, Iran memasuki babak baru kepemimpinan di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Editor: Donald Karouw