Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Trump Sebut Iran Akan Diterpa Masalah Lebih Dahsyat jika Tolak Berunding
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak rencana perundingan damai tahap kedua. Iran menilai AS tidak menunjukkan iktikad baik dalam diplomasi, terutama karena masih adanya tekanan seperti blokade kapal.

Pezeshkian menegaskan bahwa perundingan tidak akan dilanjutkan selama tekanan tersebut masih berlangsung, mengingat pengalaman sebelumnya yang dinilai mengecewakan dan merusak kepercayaan Teheran terhadap Washington.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap optimistis dialog bisa berlanjut dan bahkan berencana mengirim delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Namun, rencana tersebut belum terealisasi dan situasi justru semakin memanas.

Trump juga melontarkan ancaman keras, menyatakan AS siap menyerang infrastruktur Iran jika menolak kesepakatan damai. Ancaman ini memperkeruh suasana, terlebih di tengah masa gencatan senjata yang hampir berakhir pada 21 April 2026.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut