JAKARTA, iNews.id - Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah desa di Lebanon Selatan yang mengakibatkan kerusakan parah di kawasan tersebut. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Majdal Zoun (sebelumnya tertulis Masdaldon), yang menjadi sasaran operasi militer Israel.
Militer Israel mengklaim serangan itu bertujuan menghancurkan terowongan bawah tanah sepanjang sekitar 200 meter yang diduga digunakan sebagai salah satu markas Hizbullah. Menurut Israel, terowongan tersebut menyimpan ratusan senjata serta sejumlah peluncur roket yang diklaim kerap dipakai untuk melancarkan serangan ke wilayah mereka.
Rekaman yang dirilis militer Israel memperlihatkan ledakan besar saat terowongan bawah tanah tersebut dihancurkan. Video itu juga menunjukkan dampak kerusakan di area sekitar lokasi serangan.
Serangan terbaru ini memicu kecaman dari berbagai pihak karena dilakukan setelah adanya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Israel dinilai mengabaikan komitmen penghentian konflik dengan kembali melancarkan operasi militer di Lebanon Selatan.
Akibat serangan udara tersebut, sejumlah bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah. Kondisi di beberapa desa di Lebanon Selatan juga dilaporkan porak-poranda akibat ledakan yang terjadi.
Di sisi lain, Iran dan Hizbullah mengecam keras tindakan Israel. Keduanya menyatakan akan memberikan respons atas serangan yang menyasar wilayah Lebanon Selatan tersebut.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan itu. Situasi di perbatasan Israel-Lebanon masih memanas, sementara kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat.
Editor: Dani M Dahwilani