Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : 70 Siswa SMP di Jombang Keracunan Usai Santap MBG
Advertisement . Scroll to see content

Kepala BGN Geram! Ratusan Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Terungkap, Ini Penyebabnya

Kamis, 03 September 2026 - 16:06:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono angkat suara terkait kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dia menyebut terdapat kelalaian yang harus dievaluasi setelah ratusan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG.

Sudaryono bahkan menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan adanya kesalahan dalam pelaksanaan program. Menurutnya, seluruh petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) telah diberikan kepada pihak pelaksana.

"Saya ulangi ini kelalaian yang disengaja. Aturan sudah diberikan, juklak juknis sudah diberikan, cara sudah diberikan, tapi Anda lalai dalam melaksanakan. Ini namanya kelalaian yang disengaja," ujar Sudaryono, Kamis (3/9/2026).

Kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo mencuat setelah ratusan santri dan siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Sejumlah penerima manfaat mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga gangguan kesehatan lainnya. Pemerintah kemudian melakukan pendataan dan penanganan terhadap para korban.

Sudaryono mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para penerima manfaat yang terdampak. Selain memantau pasien yang menjalani perawatan, BGN juga melakukan penyisiran terhadap penerima manfaat lain yang kemungkinan mengalami keluhan namun belum mendapatkan penanganan medis.

"Kami terus monitor berapa yang dirawat, berapa yang sudah kembali, dan kami terus menyisir juga penerima-penerima manfaat lain yang barangkali tidak berangkat ke puskesmas atau ke rumah sakit. Kami juga sisir, siapa tahu ada yang kemudian sakit ada di rumah dan seterusnya," ujar Sudaryono.

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian maupun unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai aturan.

"Bukan hanya dicopot, bukan hanya dipecat. Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf kami tidak bisa bantu juga," katanya.

BGN bersama pemerintah daerah dan pihak terkait saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan.

Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan gangguan kesehatan bagi penerima manfaat MBG di Sidoarjo.

"Permohonan maaf saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atas kelalaian dan hal-hal yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan di Sidoarjo di pondok pesantren," katanya.

BGN memastikan evaluasi akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut