WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer karena enggan membantu perang melawan Iran.
Trump mengancam bahwa sikap Inggris tersebut bisa memengaruhi hubungan khusus kedua negara.
Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Jenazah Ditemukan
“Dia tidak mau membantu. Saya tidak pernah menyangka akan menyaksikan seperti itu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat itu dari Inggris,” kata Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Dia menambahkan, akibat sikap Inggris itu hubungan kedua negara telah berubah secara dramatis.
Kapal Perang Iran Tenggelam di Samudera Hindia Ratusan Prajurit Hilang, Dibom AS?
“Ini sebenarnya dunia yang berbeda. Ini hanya hubungan yang jauh berbeda dari yang pernah kita alami dengan negara Anda,” ujarnya.
Inggris sebenarnya membantu AS dalam perang melawan Iran, namun bersifat pasif, yakni mengizinkan militer Negeri Paman Sam menggunakan pangkalan militernya.
Prancis Kirim Kapal Induk Charles de Gaulle Berlayar, Sinyal Keras untuk Iran
Selain itu Inggris juga mengerahkan kapal perang untuk mengamankan pangkalannya di Siprus yang menjadi target serangan Iran.
Turki Murka Rudal Iran Tembus Wilayah Udaranya, NATO Langsung Tembak Jatuh
Sementara itu, Trump mengancam akan menghentikan semua kerja sama perdagangan dengan Spanyol. Ancaman itu disampaikan setelah Spanyol melarang AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (3/3/2024), Trump menyebut Spanyol sebagai negara yang mengerikan atas keputusannya tersebut.
Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Tembus 1.000 Orang
"Kita akan memutus seluruh perdagangan. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," katanya, seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/3/2026).
Tak jelas apakah ancaman itu hanya gertakan atau sungguhan. Dia tak menyebutkan secara rinci mengenai ancamannya itu.
"Saya bisa besok atau hari ini, bahkan lebih baik menghentikan semua yang berhubungan dengan Spanyol, seluruh bisnis yang berhubungan dengan Spanyol," kata Trump.
Editor: Rizky Agustian