JAKARTA, iNews.id - Total sebanyak 44 orang meregang nyawa akibat mengkonsumsi miras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Polisi pun terus menyelidiki asal muasal miras oplosan yang memiliki kandungan berbahaya tersebut.
Sejumlah lokasi telah didatangi dan hasilnya polisi berhasil menemukan bos pengedar miras oplosan ini.
Trump: Saya Meyakinkan Diri Sendiri untuk Tidak Mengebom Iran
Satu persatu korban miras oplosan berdatangan ke RSUD Cicalengka dengan gejala mual dan pusing hebat. Ratusan korban secara bergelombang membutuhkan pertolongan medis karena gejala yang sama.
Usut punya usut ternyata empat hari yang lalu para korban mengkonsumsi miras oplosan yang dibeli di toko miras dan toko jamu di tempat yang berbeda-beda. Beberapa orang langsung meregang nyawa tak lama setelah tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka, Jawa Barat.
Hari demi hari korban tewas terus bertambah. Total akhir korban tewas akibat miras oplosan berjumlah 44 orang. Masing-masing 32 orang tewas di RSUD Cicalengka, 3 orang di RSUD Majalaya dan tujuh orang di Rumah Sakit AMC Cileunyi. Sementara itu beberapa korban yang sebelumnya mendapat perawatan secara intensif diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Polisi pun langsung menyelidiki kasus luar biasa yang merenggut puluhan nyawa tersebut. Apalagi peristiwa ini tak hanya terjadi di Kabupaten Bandung. Di Jakarta, Bekasi dan Depok, puluhan orang meregang nyawa lebih dulu akibat miras oplosan.
Polisi pun mulai melakukan penyelidikan ke beberapa lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasilnya Polisi menemukan siapa pemilik usaha miras oplosan yang mengedarkannya. Bangker pembuat miras maut pun digerebeg petugas Kepolisian Polda Jawa Barat dan TNI.
Dalam bangker tersebut petugas menemukan ribuan liter miras oplosan yang dibuat serta diracik tersangka dengan menggunakan metanol alkohol serta minuman energi. Omzet penjualan miras oplosan ini mencapai ratusan juta rupiah per bulan.
Setelah melakukan penyelidikan polisi menetapkan sejumlah tersangka yang masih menjadi buron. Sementara pemilik rumah produksi miras oplosan sudah ditangkap di wilayah Sumatera Selatan dan sedang dibawa menuju Cicalengka, Jawa Barat.
Video Editor: Widya Lisfianti
Editor: Dani M Dahwilani