Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Merah Putih Pastikan Empat Wakil di Perempat Final Prancis Terbuka 2017
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

GORONTALO, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak-pihak yang berada di balik aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut ada kelompok tertentu yang tidak menyukainya karena memahami persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk dugaan pendanaan dalam aksi demonstrasi.

Prabowo bahkan mengaku mengetahui siapa saja yang disebut berada di balik pembiayaan aksi tersebut.

"Gue kenal semua itu saudara-saudara. Mereka enggak suka sama Praowo karena Prabowo ngerti saudara-saudara sekalian, hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung bahwa tidak semua peserta aksi memahami substansi tuntutan yang mereka sampaikan di lapangan. Presiden mencontohkan adanya peserta demonstrasi yang hanya ikut karena mendapatkan imbalan.

"Ditanya, anak-anak demo ngga ngerti. Mau demo apa ya? Eh eh eh. Kami dibayar Rp200.000 gitu kan. Tapi ada. Saya enggak mengerti," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga kekompakan di tengah berbagai perbedaan pandangan. Prabowo mengibaratkan Indonesia seperti sebuah tim yang sedang bertanding dan membutuhkan dukungan dari seluruh pendukung.

"Kita ini kalau merasa, kalau di dalam pertandingan kita jadi suporter kan, kita dukung satu tim, ayo maju, maju. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak," ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa kritik tetap diperbolehkan, namun harus disampaikan dengan cara yang membangun, bukan menjatuhkan.

"Kalau ada yang kurang, temannya kurang, tim kita mainnya kurang bagus, ya tetap di suporter. Nanti begitu selesai pertandingan baru dikoreksi," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan agar kritik tidak disampaikan saat proses sedang berjalan di tengah situasi yang sedang berlangsung.

"Jangan lagi main bawa bola, salah, goblok. Lagi main di tengah lapangan di sorak-sorakin. Temen sendiri. Kesebelasan sendiri. Jadi kayaknya tuh kita tidak bangga dengan apa yang dihasilkan bangsa sendiri," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut