BEIRUT, iNews.id - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL menggelar penghormatan terakhir bagi prajurit asal Prancis, Florian Montorio, yang gugur dalam serangan di wilayah selatan Lebanon. Usai prosesi tersebut, jenazah Montorio kemudian dipulangkan ke Prancis.
Kepala Misi UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Montorio. Dia menekankan bahwa pengorbanan prajurit tersebut akan terus menjadi bagian dari semangat tugas para penjaga perdamaian.
AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara
“Anda telah memberikan segalanya yang Anda miliki demi perdamaian di tanah ini. Anda mendapat seluruh rasa hormat kami,” ujarnya dilansir dari Aljazeera, Senin (20/4/2026).
UNIFIL menjelaskan, Montorio tewas setelah terkena tembakan senjata ringan yang dilepaskan oleh pihak non-negara saat menjalankan tugas di lapangan. Peristiwa itu terjadi ketika patroli UNIFIL melakukan misi di Lebanon selatan, di tengah kondisi keamanan yang masih belum stabil.
Prajurit UNIFIL dari Prancis Gugur di Lebanon, Pemerintah RI: Pasukan Perdamaian Tak Boleh Jadi Sasaran!
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut terdapat indikasi yang mengarah kepada kelompok Hizbullah sebagai pihak di balik serangan tersebut. Namun demikian, Hizbullah membantah tuduhan itu dan meminta agar dilakukan penyelidikan oleh otoritas Lebanon.