JAKARTA, iNews.id - Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ekonom kelahiran Jakarta pada 1963 itu memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan hingga berada di jajaran pimpinan bank sentral sejak 2019.
Nama Destry disampaikan melalui Surat Presiden yang diserahkan pemerintah kepada DPR RI pada Senin (10/8/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan hanya satu nama yang diajukan Presiden untuk posisi Gubernur Bank Indonesia (BI), yakni Destry Damayanti.
Pemerintah Usulkan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Selain calon Gubernur BI, pemerintah juga menyerahkan nama calon pengganti Deputi Gubernur Senior serta Deputi Gubernur BI.
Destry saat ini menjalankan tugas memimpin BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sebelumnya, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior BI.
Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI, Bos LPS: Paket Lengkap
Meski menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo, Destry belum otomatis menjabat Gubernur BI definitif. Pengangkatannya masih harus melalui mekanisme dan memperoleh persetujuan DPR.
Profil Destry Damayanti
Berdasarkan laman resmi Bank Indonesia, Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Dia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia. Pendidikan kemudian dilanjutkan hingga meraih gelar Magister Sains bidang Ilmu Regional dari Universitas Cornell, New York, Amerika Serikat.
Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Prabowo Resmi Kirim Surpres ke DPR
Perjalanan profesional Destry mencakup sektor pemerintahan, akademik hingga industri jasa keuangan. Pada 2000 hingga 2003, dia tercatat menjadi Penasihat Ekonomi Senior untuk Duta Besar Inggris di Indonesia.
Setelah itu, Destry terjun ke dunia akademik sebagai peneliti dan dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada periode 2005 hingga 2006.
Prabowo Kirim Surpres ke DPR, Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI
Destry kemudian meniti karier di sektor jasa keuangan. Dia pernah dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Securities. Kariernya berlanjut ketika menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011 hingga 2015.
Pada periode 2014 hingga 2015, Destry juga dipercaya memimpin Gugus Tugas Ekonomi di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mensesneg Ungkap Destry Damayanti Masuk Bursa Calon Gubernur BI
Pengalaman tersebut semakin memperkuat rekam jejak Destry di bidang ekonomi, keuangan dan kebijakan publik. Pada 2015, Destry dilantik menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015 hingga 2019.
Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum Destry masuk ke jajaran pimpinan Bank Indonesia.
Destry secara resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 tertanggal 29 Juli 2019. Dia menjalani periode jabatan 2019 hingga 2024 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Destry kemudian tetap berada dalam jajaran pimpinan bank sentral hingga akhirnya dipercaya menjalankan tugas Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Pengalamannya selama bertahun-tahun di Bank Indonesia membuat nama Destry menjadi salah satu figur yang disorot untuk meneruskan kepemimpinan bank sentral.
Editor: Donald Karouw