JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih aman meski nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi jika tekanan global semakin meningkat.
Purbaya mengatakan salah satu risiko yang diwaspadai adalah lonjakan harga minyak dunia. Pemerintah bahkan telah menyiapkan skenario jika harga minyak mentah melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel.
IRGC Iran Larang Ekspor Minyak Walau Hanya 1 Liter Jika Perang AS-Israel Tak Berhenti
“Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang harganya tinggi sekali dan anggarannya sudah enggak enggak tahan lagi,” ujarnya.
Dia menuturkan lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan defisit anggaran negara. Sebab itu, pemerintah akan mengambil langkah-langkah agar kondisi tersebut tidak terjadi.
Sementara si tengah kondisi global yang tidak menentu, rupiah pada perdagangan terbaru dibuka di level Rp17.001 per dolar AS. Angka tersebut melemah sekitar 90 poin dibandingkan penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu.
Tekanan juga terjadi pada pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 7.374 atau melemah hampir 5 persen.
Purbaya menilai pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG tidak sepenuhnya disebabkan faktor fundamental ekonomi dalam negeri. Dia menilai sentimen pasar juga dipengaruhi narasi pesimistis yang berkembang di kalangan ekonom terkait prospek ekonomi Indonesia.