JAKARTA, iNews.id - Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi kembali melancarkan serangan terhadap Iran dengan menyasar sejumlah target strategis. Operasi tersebut menargetkan sistem pertahanan pantai, lokasi rudal dan drone, serta kemampuan maritim Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Centcom melaporkan pasukannya melakukan serangan lanjutan terhadap target-target milik Iran. Operasi ini menjadi serangan malam ketiga secara berturut-turut di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan.
Rekaman video yang dirilis memperlihatkan jet tempur lepas landas dan rudal diluncurkan sebelum menghantam sasaran yang diduga berada di wilayah Iran. Namun, tanggal dan lokasi pasti dari rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut Centcom, serangan difokuskan pada sistem pertahanan pantai, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta aset-aset yang mendukung kemampuan maritim Iran.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan meski kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman damai. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran kesepakatan yang telah dicapai akan kembali runtuh.
Dalam operasi terbaru, militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan drone laut atau unmanned surface vehicle (USV) untuk menyerang Iran. Serangan itu menyasar kapal selam Iran yang berada di Pelabuhan Bandar Abbas.
Amerika Serikat mengerahkan tiga drone laut jenis Saronic Corsair dalam operasi tersebut. Drone-drone itu menargetkan kapal selam beserta fasilitas perawatan kapal selam milik Iran.
Centcom mengklaim penggunaan Saronic Corsair dalam operasi ini menjadi yang pertama untuk menyerang target di Iran. Drone laut bertenaga diesel sepanjang 24 kaki tersebut diproduksi oleh Saronic Technologies yang berbasis di Texas, Amerika Serikat.
Pada Juni 2026, drone laut yang sama disebut pernah digunakan dalam operasi penyelamatan dua pilot helikopter Apache Amerika Serikat yang jatuh di Teluk Persia.
Di sisi lain, Iran menilai aksi saling serang dengan Amerika Serikat mengancam keberlangsungan nota kesepahaman damai yang telah disepakati kedua negara. Teheran menuding Washington telah melanggar perjanjian sehingga memicu kembali eskalasi konflik.
Hingga kini, situasi di kawasan masih memanas dengan Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang yang meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.
Editor: Dani M Dahwilani