JAKARTA, iNews.id – Seorang usher atau sales promotion girl (SPG) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mengaku direkam secara diam-diam tanpa persetujuan, lalu dijadikan objek utama konten bertajuk “Cara Deketin Cewek di Pameran”. Kasus tersebut viral dan memicu perdebatan mengenai privasi serta etika pembuatan konten di ruang publik.
Korban mengaku tidak mengetahui percakapannya direkam menggunakan kacamata yang dilengkapi kamera. Dia baru menyadari keberadaan video tersebut setelah konten viral di media sosial.
Resmi Digelar, Ini Panduan Lengkap Berkunjung ke GIIAS 2026 Saat Akhir Pekan
Dalam video itu, interaksi antara kreator dan korban dikemas sebagai panduan mendekati perempuan di sebuah pameran. Korban merasa tidak nyaman karena percakapan dan gambarnya dipublikasikan tanpa persetujuan terlebih dahulu.
Dia kemudian menghubungi kreator konten tersebut dan meminta video segera diturunkan. Namun, permintaan itu disebut sempat ditolak dengan alasan proses perekaman berlangsung di ruang publik.
Pameran Otomotif Internasional GIIAS 2026 Hadirkan Lebih dari 65 Merek Global
Polemik semakin ramai setelah muncul klaim korban diminta mengganti biaya produksi apabila menginginkan video tersebut dihapus. Permintaan itu mendapat sorotan warganet karena korban merasa tidak pernah menyetujui proses perekaman maupun publikasi konten sejak awal.