Jangan Salah Kompres! Ini Cara Tepat Jemaah Haji Cegah Heatstroke saat Wukuf
Manipulasi suhu tubuh ini harus dikombinasikan dengan teknik semprotan air manual untuk memanipulasi keluarnya keringat. Lapisan air tipis di wajah dan lengan yang tertiup angin portabel akan menyerap panas kulit dengan sangat efektif.
"Sediakan botol semprot kecil berisi air di dalam tas. Semprotkan air tipis-tipis ke wajah, lengan, dan leher, lalu kipas secara manual," tuturnya.
Sirkulasi udara pada tubuh jemaah juga sangat dipengaruhi oleh pilihan pakaian. Pakaian berwarna gelap wajib ditanggalkan karena material tersebut justru memerangkap suhu panas tubuh.
Jemaah dianjurkan memakai pakaian berbahan katun tipis, cerah, dan sangat longgar agar keringat bebas menguap. Lebih dari itu, setiap individu dituntut untuk merespons cepat sinyal darurat yang dikirimkan oleh tubuhnya sendiri.
Kram otot, pusing berputar, hingga detak jantung yang berpacu kencang adalah batas akhir ketahanan fisik manusia. Jika tubuh tiba-tiba berhenti berkeringat dan kulit terasa kering terbakar, jemaah sudah memasuki fase mematikan dari heatstroke.
"Segera cari petugas kesehatan jika jemaah mulai mengalami gejala mulai dari kram otot, pusing berputar, mual, jantung berdebar cepat, atau keringat keluar sangat deras," ucap Fathi.
Solidaritas dan kepedulian antar-jemaah menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi cuaca ekstrem Armuzna tahun ini. Negara menjamin petugas medis bersiaga 24 jam penuh untuk mengeksekusi setiap rujukan gangguan kesehatan.
Editor: Aditya Pratama