Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

1 Orang Tewas Ditusuk saat Kekerasan Anti-Muslim di Sri Lanka

Selasa, 14 Mei 2019 - 09:57:00 WIB
1 Orang Tewas Ditusuk saat Kekerasan Anti-Muslim di Sri Lanka
Seorang tentara berjaga di Gereja St. Anthony's saat hujan lebat, beberapa pekan setelah serangkaian serangan bom bunuh diri terhadap gereja-gereja dan hotel-hotel mewah di seluruh pulau pada hari Minggu Paskah, di Kolombo, Sri Lanka. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KOLOMBO, iNews.id - Seorang pria Muslim ditusuk hingga tewas di Sri Lanka, Senin (13/4). Dia tewas saat pihak berwenang memberlakukan jam malam untuk mencegah serangan balasan baru setelah serangan bom bunuh diri Paskah.

Pria 45 tahun itu meninggal tak lama setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit di distrik Puttalam saat kerusuhan anti-Muslim yang dimulai pada Minggu (12/5) di daerah itu.

"Massa menyerangnya dengan senjata tajam di tempat usahan bengkelmnya," kata pejabat setempat, seperti dilaporkan AFP, Selasa (14/5/2019).

"Ini adalah kematian pertama akibat kerusuhan."

Kematiannya dilaporkan setelah pihak berwenang memerintahkan pemberlakuan jam malam di seluruh negeri. Polisi diperintahkan untuk menggunakan kekuatan maksimum untuk mencegah serangan serta menangkap pelaku.

Rumah dan masjid dilaporkan dirusak oleh sekelompok besar orang yang membawa tongkat dan senjata tumpul.

Kerusuhan itu terjadi di tiga distrik di utara ibu kota, namun jam malam diberlakukan di seluruh negeri untuk mencegah kekerasan menyebar.

Kekerasan terbaru ini terjadi tiga pekan setelah serangkaian serangan bom bunuh diri di tiga gereja Kristen dan tiga hotel mewah, menewaskan 258 orang dan hampir 500 lainnya terluka.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut