10 Negara yang Sukses Pindahkan Ibu Kota, dari Malaysia hingga Amerika

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 30 April 2019 - 11:55:00 WIB
10 Negara yang Sukses Pindahkan Ibu Kota, dari Malaysia hingga Amerika
Brasilia sengaja dirancang untuk menjadi ibu kota Brasil. (foto: shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta belum pudar. Wacana pemindahan ibu kota kembali mencuat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke luar Jawa.

Faktanya, pemindahan ibu kota negara bukan hal baru di dunia. Jauh sebelum wacana di Indonesia, beberapa negara justru sudah lebih dulu melakukannya dan berhasil dengan tumbuhnya perekonomian.

Dikutip dari BBC dan World Atlas, berikut 10 negara yang sukses memindahan ibu kotanya:

1. Kuala Lumpur ke Putrajaya - Malaysia

Negara tetangga, Malaysia, menjadi salah satu negara yang sukses memindahkan pusat pemerintahan. Malaysia memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada 1999.

Salah satu alasan pemindahan ibu kota ini adalah kondisi kemacetan di Kuala Lumpur sebagai ibu kota yang tak bisa terhindarkan lagi. Padahal Kuala Lumpur merupakan pusat pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Pemerintah Malaysia lalu membangun Kota Putrajaya agar bisa layak menjadi pusat pemerintahan. Mulai infrastuktur jalan hingga pembangunan gedung-gedung baru dilakukan, diikuti pemindahan semua kantor pemerintahan.

Setelah pemindahan ibu kota ke Putrajaya, Malaysia sukses meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kerja para aparatur negara.

2. Yangon ke Naypyidaw - Myanmar

Myanmar juga memindahkan ibu kotanya dari Yangon ke Kota Naypyidaw. Kota Naypydaw berada 320 kilometer sebelah utara Yangoon. Kota ini resmi menjadi ibu kota administratif Myanmar pada 6 November 2005.

Namun nama Naypyidaw secara resmi diumumkan pada 27 Maret 2006, tepat di hari ulang tahun angkatan bersenjata Myanmar. Alasan pemindahan ibu kota adalah karena Kota Naypydaw terletak lebih sentral dibanding Yangon.

3. Melbourne ke Canberra - Australia

Selama abad ke-19, Australia terdiri dari dua kota terbesar yakni Melbourne dan Sydney. Melbourne merupakan ibu kota pertama sejak berdirinya negara Australia. Namun kedua kota bersaing untuk menjadi ibu kota Australia, dan tidak ada yang menyerah.

Untuk menjaga perdamaian, pemerintah Australia memilih mendirikan ibu kota baru. Pada 1911, pemerintah melakukan sayembara internasional karena ingin memilih ibu kota baru, dengan syarat kota tersebut harus memiliki taman kota dengan dana besar di pusat kotanya.

Hanya Canberra yang memenuhi syarat tersebut. Setelah survei dan pencarian yang ekstensif, sebidang tanah di New South Wales dicangkokkan, menjadi ibu kota negara yang baru.

Canberra menjadi ibu kota baru Australia pada 1913 dan terletak di tengah-tengah antara Melbourne dan Sydney.

4. Delhi ke New Delhi - India

India resmi memindahkan ibu kotanya dari Delhi ke New Delhi pada 1911. Proses pemindahan terbilang sangat mudah, sebab kedua kota tersebut berdekatan dan masih dalam satu wilayah.

Masyarakat New Delhi juga langsung terbiasa dengan perpindahan itu.

5. Karachi ke Islamabad - Pakistan

Pakistan juga menjadi salah satu negara yang pernah memindahkan ibu kota negaranya, yakni pada 1959. Pemerintah Pakistan memutuskan memindahkan ibu kota dari Karachi ke Islamabad.

Kota Islamabad sendiri baru mulai dibangun pada 1960-an. Kota ini terbagi atas delapan zona lokasi yaitu zona administrasi, diplomatik, permukiman, pendidikan, industri, perdagangan, serta daerah pedesaan dan ruang terbuka hijau.

Islamabad pun berubah menjadi kota paling mahal di Pakistan dengan rata-rata penduduknya berstatus ekonomi menengah ke atas. Islamabad juga dinilai cocok sebagai ibu kota karena dinilai lebih aman dibanding Karachi.

6. Winchester ke London - Inggris

Inggris merupakan salah satu negara industri yang sangat maju. Pusat pemerintahannya saat ini berada di London dan sekaligus merupakan ibu kota negaranya.

Sebelum London, ibu kota Inggris adalah Kota Winchester. Namun pada 1066, ibu kota dipindahkan ke London. Proses pemindahannya berjalan mulus dan tidak menimbulkan gejolak sosial atau protes dari masyarakat karena London sendiri sudah memiliki populasi cukup besar kala itu.

Pemindahan itu tidaklah salah karena kini London menjadi salah satu kota yang paling maju di dunia.

7. St. Petersburg ke Moskow - Rusia

Rusia adalah salah satu negara yang besar dan juga sangat kuat dari segi ekonomi dan militer. Negara yang saat ini masih dipimpin Presiden Vladimir Putin ini sempat bolak-balik memindahkan ibu kota negara. Awalnya, Moskow menjadi ibu kota Kerajaan Rusia sejak abad ke-14 hingga 1712.

Lalu kebijakan pimpinan Rusia saat itu membuat ibu kota Rusia berpindah ke St.Petersburg dengan alasan lebih dekat ke daratan Eropa. Namun pada 1918, ibu kota Rusia kembali dipindahkan ke Moskow.

8. Rio de Janeiro ke Brasilia - Brasil

Banyak yang mengira kalau ibu kota Brasil adalah Rio de Janeiro. Padahal ibu kota negara ini sudah resmi dipindahkan sejak 1960 ke Brasilia. Pusat pemerintahan Brasil yang baru ini didesain oleh arsitek bernama Oscar Niemeyer.

Alasan pemindahan ibu kota karena Kota Rio de Janeiro terlalu padat dan jauh dari bagian lain negara itu. Setelah pemindahan, Brasilia mengalami pertumbuhan ekonomi sangat cepat dan keberhasilan ini menjadi menginspirasi negara-negara lain untuk mengubah lokasi ibu kota mereka.

9. Almaty ke Astana (Nursultan) - Kazakhstan

Almaty merupakan ibu kota lama dari Kazakhstan. Ibu kota Kazakhstan ini sudah lama berdiri, bahkan sebelum Kazakhstan merdeka dari jajahan Uni Soviet pada 1992. Namun pada 1997, pemerintah memindahkan ibu kota ke Astana, sebuah kota modern baru di sebelah utara Almaty.

Pemindahan dilakukan lantaran Almaty dianggap terlalu sempit, rawan gempa, serta berlokasi terlalu dekat dengan perbatasan negara lain. Saat ini nama Astana sudah diganti menjadi Nursultan.

10. New York ke Washington DC - Amerika Serikat

Awalnya, ibu kota Amerika Serikat (AS) dari 1785 hingga 1790 adalah New York. Lalu Kongres AS mengadakan pertemuan untuk membahas pemindahan ibu kota negara di distrik federal yang terpisah.

Mantan Presiden AS George Washington memilih lokasi baru untuk ibu kota negara itu di dekat Sungai Potomac. Pada 1800, ibu kota baru dirancang dan didirikan di Washington DC.

Alasan utama kenapa ibu kota dipindahkan adalah untuk memisahkan pusat kegiatan pemerintahan dan bisnis. Hal ini menyusul New York yang sejak awal berdiri menjadi sebuah pintu gerbang para imigran masuk ke AS sekaligus pusat bisnis, budaya, transportasi, dan manufaktur.

Pada rapat Kongres disetujui pemilihan ibu kota negara yang sifatnya permanen, bukan bagian dari negara bagian AS mana pun, sehingga bisa secara langsung diawasi oleh pemerintah federal.

Sebuah kota baru pun dibentuk di sebelah timur pelabuhan Georgetown, Kota Washington. Kota ini didirikan di atas lahan seluas 176,9 km2. Kota tersebut akhirnya dinamai Washington DC, mengutip nama Presiden pertama AS, George Washington.

Washington DC resmi menjadi ibu kota AS sejak 1800 dan kini berkembang menjadi pusat pemerintahan yang dipenuhi oleh gedung, monumen atau bangunan bersejarah. Sementara New York menjadi kota bisnis dan budaya yang menjadikannya kota berpenduduk nomor tiga terbesar di AS.

Editor : Nathania Riris Michico