1.000 Wisatawan Terjebak di Desa yang Indah dekat Perbatasan Kazakhstan, Rusia, dan Mongolia
Pekerjaan untuk membersihkan jalan yang terkubur salju sepanjang 50 km sudah dimulai seminggu yang lalu.
Pekerjaan penyelamatan dan pembersihan salju menjadi lebih rumit karena bebatuan, puing-puing, dan ranting-ranting pohon bercampur di salju, pecah saat longsoran salju mengalir menuruni lereng hutan pinus menuju lembah sungai. Kondisi tersebut membuat kendaraan bajak salju yang berputar tidak berguna. Tim penyelamat juga menggunakan berbagai peralatan yang ada, termasuk sekop dan ekskavator untuk pekerjaan pembersihan itu.
“Karena cuaca berubah dengan cepat di daerah pegunungan, peluang untuk menjalankan misi pasokan juga semakin sempit. Helikopter militer yang dijadwalkan mengirim pasokan seperti tepung dan bahan bakar ke Desa Hemu tertunda pada Selasa pagi,” ungkap CCTV.
Otoritas pengelolaan jalan raya di Altay mengatakan, mereka telah mengerahkan 53 personel dan 31 set mesin dan peralatan untuk pekerjaan penyelamatan dan bantuan.
“Situasi longsoran salju ini relatif istimewa, kami telah melihat hujan salju lebat sebelumnya, namun kami belum pernah melihat frekuensi longsoran setinggi itu,” kata Kepala Biro Pengelolaan Jalan Raya Altay, Zhao Jinsheng.
Dia memperkirakan pekerjaan pembersihan salju untuk memulihkan akses ke Desa Hemu akan terus berlanjut selama beberapa waktu ke depan, karena banyaknya salju di empat kilometer terakhir jalan yang terkena dampak longsoran salju.
Editor: Ahmad Islamy Jamil