Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Peluang Ekspor Terbuka Lebar
Advertisement . Scroll to see content

13 Orang Tewas akibat Serangan Bom Mobil di Perbatasan Turki-Suriah

Minggu, 03 November 2019 - 08:52:00 WIB
13 Orang Tewas akibat Serangan Bom Mobil di Perbatasan Turki-Suriah
Serangan di perbatasan Turki-Suriah. (FOTO:
Advertisement . Scroll to see content

TAL ABYAD, iNews.id - Bom mobil meledak dan menewaskan sedikitnya 13 orang di kota perbatasan yang dikuasai Turki di timur laut Suriah, Sabtu, (2/11/2019). Insiden terjadi ketika ribuan warga Kurdi di wilayah itu memprotes "pendudukan Turki".

Pengeboman itu mengoyak wilayah Tal Abyad, salah satu dari beberapa kota yang dikuasai Kurdi yang direbut oleh Turki bulan lalu dalam serangan mematikan lintas perbatasan.

Ledakan itu terjadi meskipun ada gencatan senjata untuk menghentikan serangan Turki yang dimulai pada 9 Oktober. Serangan Turki dikhawatirkan memicu bencana kemanusiaan terbaru dari perang delapan tahun Suriah.

Pada Sabtu, seorang koresponden AFP di Tal Abyad melihat sisa-sisa dua sepeda motor terbakar di tengah jalan yang dipenuhi puing-puing.

Sekelompok pria mengangkut jasad korban yang terbakar ke bagian belakang truk pickup, dan seorang perempuan muda berjilbab berdiri kaget di pinggir jalan.

Kementerian pertahanan Turki menyatakan, 13 warga sipil tewas dalam serangan itu, yang diduga dilakukan pejuang Kurdi.

Lembaga Observatorium HAM Suriah melaporkan, 14 orang -yakni pejuang dan warga sipil pro-Turki- tewas dalam ledakan itu.

"Untuk menggusur pemilik tanah yang sebenarnya dan untuk menampung pengungsi Suriah di Turki ke rumah mereka di barat laut Suriah, tentara Turki dan kuasanya sekarang menciptakan kekacauan di Til Abyad dengan ledakan yang menargetkan warga sipil," ujar Mustafa Bali, juru bicara pimpinan Kurdi Pasukan Pertahanan Suriah.

"Turki bertanggung jawab atas korban sipil di wilayah yang dikontrolnya," katanya, seperti dilaporkan AFP, Minggu (3/11/2019).

Sementara itu, di Kota Qamishli yang mayoritas penduduk Kurdi, ribuan warga Kurdi Suriah berbaris di jalan-jalan untuk memprotes apa yang mereka pandang sebagai invasi Turki.

"Tidak untuk pendudukan Turki," seru mereka, seraya mengibarkan bendera daerah mereka yang dulu semi-otonom.

Di ibu kota Jerman, Berlin, polisi mengatakan sekitar 1.000 orang memprotes untuk menuntut dihentikannya "perang" terhadap Kurdi, sementara ratusan orang di Paris menyerukan sanksi terhadap Turki.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut