14 Mayat Dibuang di Pinggir Jalan Meksiko, Diduga Korban Pembunuhan Geng Narkoba

Anton Suhartono ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 11:06 WIB
14 Mayat Dibuang di Pinggir Jalan Meksiko, Diduga Korban Pembunuhan Geng Narkoba

14 mayat dibuang di pinggir jalanan Meksiko, diduga korban pembunuhan geng narkoba (Foto: Mexico News Daily)

MEXICO CITY, iNews.id - Mayat korban kekerasan kembali ditemukan di Meksiko. Sebanyak 14 jenazah dibuang di pinggir jalan Negara Bagian Zacatecas, Jumat (26/5/2020). Provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah operasi geng kriminal.

Foto-foto yang dirilis media lokal menunjukkan mayat dibuang dalam kondisi terbungkus selimut dan diikat lakban.

Jaksa penuntut umum Zacatecas Francisco Murillo mengatakan, empat mayat diidentifikasi berasal dari Juan Aldama, kota berjarak 150 kilometer dari tempat mereka ditemukan.

"Mereka merupkan orang-orang yang dilaporkan hilang di wilayah itu beberapa hari lalu," kata Murillo, dikutip dari AFP, Sabtu (27/6/2020).

Zacatecas merupakan salah satu rute penyelundupan narkoba utama ke Amerika Serikat.

Para kriminolog mengatakan, wilayah itu diperebutkan oleh setidaknya tiga geng kriminal lokal yang memiliki koneksi dengan dua kartel narkoba paling kuat di Meksiko, yakni Sinaloa dan Generasi Baru Jalisco.

Penemuan mayat ini terjadi hanya sehari setelah dua geng narkoba Sinaloa terlibat serangkaian baku tembak menewaskan sedikitnya 16 orang.

Enam mayat di dalam satu mobil van usai bentrok pertama. Sembilan jenazah lainnya ditemukan setelah baku tembak kedua.

Setelah baku tembak, polisi menyita 40 senjata kaliber tinggi, 10 granat, 36.000 amunisi, dan 24 kendaraan.

Media lokal melaporkan, baku tembak tersebut melibatkan geng narkoba Sinaloa, bagian dari kartel yang dijalankan anak-anak mantan pemimpin Joaquin ‘El Chapo’ Guzman, dengan kelompok pecahan El Chapo yang dipimpin Ismael ‘El Mayo’ Zambada.

Terjadi perpecahan di internal kartel narkoba paling kuat di Meksiko setelah El Chapo ditangkap pada 2016 dan ekstradisi ke Amerika Serikat hingga divonis hukuman penjara seumur hidup.

Editor : Anton Suhartono