2 Bocah India Dikeroyok hingga Tewas karena Buang Air Besar di Jalanan

Anton Suhartono ยท Jumat, 27 September 2019 - 14:00 WIB
2 Bocah India Dikeroyok hingga Tewas karena Buang Air Besar di Jalanan

2 bocah di India tewas dikeroyok karena buang air besar di jalanan (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Dua bocah di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, tewas akibat dikeroyok massa, Rabu (27/9/2019). Mereka buang air besar di tempat terbuka dalam perjalanan ke rumah kakek.

Pejabat kepolisian Madhya Pradesh, Raja Babu Singh, mengatakan, peristiwa ini terjadi pada pagi hari saat orang mulai beraktivitas.

"Anak-anak itu dibawa ke rumah sakit, namun nyawa mereka tak tertolong karena mengalami luka parah," kata Raja, dikutip dari AFP, Jumat (27/9/2019).

Polisi, lanjut dia, sudah menangkan dua orang terkait pengeroyokan ini yakni adik-kakak. Salah satu pelaku mengalami keterbelakangan mental.

Ayah salah satu korban, Manoj Balmiki, menganggap keluarganya menghadapi diskriminasi dari kalangan berkasta lebih tinggi.

"Kami tidak memiliki toilet di rumah. Anak-anak keluar untuk buang air besar di pagi hari. "Para pelaku meneriaki mereka karena buang air besar di jalan dan memukuli kepala mereka menggunakan tongkat, membunuh mereka dalam hitungan detik," kata Manoj.

Kasus kematian dilatarbelakangi orang yang buang air di tempat terbuka sudah sering terjadi di India. Pada 2017, seorang pria dihukum mati setelah mencoba menghentikan pihak berwenang memotret perempuan yang buang air besar di tempat terbuka.

Sebelumnya, stasiun televisi mengajak pemirsa mengirim foto-foto orang yang buang air besar di tempat terbuka sehingga bisa dipermalukan di televisi nasional.

Perdana Menteri Narendra Modi mengampanyekan India bebas buang air besar di ruang terbuka pada Rabu, bertepatan dengan ulang tahun ke-150 pahlawan kemerdekaan Mahatma Gandhi.

Modi meluncurkan misi Clean India pada 2014, berjanji untuk membangun toilet untuk semua warga pada 2019.

Pemerintahannya telah membangun lebih dari 100 juta toilet, khususnya di perdesaan, di mana masalah kesehatan menjadi isu utama di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu. Namun, program ini tak berjalan mulus karena kurangnya air, pemeliharaan MCK yang buruk, serta masih minimnya kesadaran masyarakat.

Editor : Anton Suhartono