MAKKAH, iNews.id – Kepala Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdurrahman as-Sudais, menunjuk dua perempuan bergelar doktor menjadi asistennya. Kedua perempuan itu adalah Dr Fatimah binti Zaid ar-Rashoud dan Dr al-Anoud binti Khaled al-Aboud.
Saudi Gazette melansir, Minggu (8/8/2021), Fatimah diangkat sebagai asisten presiden untuk urusan perempuan merangkap penasihat presiden. Sementara, Dr al-Anoud diangkat menjadi asisten presiden untuk urusan pembangunan perempuan.
Arab Saudi Mulai Terima Jemaah Umrah dari Luar Negeri, KJRI: Indonesia Belum
Sebelumnya, as-Sudais juga mengeluarkan perintah pada Kamis (5/8/2021) menunjuk 20 perempuan lainnya untuk menempati posisi kepemimpinan kunci di lembaga yang dipimpinnya. Semua perempuan itu menyandang gelar master dan doktor di berbagai bidang. Keputusan tersebut menjadi langkah penting Arab Saudi untuk lebih memberdayakan perempuan di negara itu.
Dengan pengangkatan tersebut, Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kini tercatat memiliki jumlah pejabat perempuan paling banyak yang diangkat dalam sejarahnya. Pengangkatan itu juga termasuk untuk sejumlah jabatan wakil kepala dan asisten wakil kepala di kepresidenan tersebut.
20 Perempuan Jabat Posisi Penting di Kepresidenan Masjidil Haram dan Nabawi
As-Sudais juga telah mengeluarkan instruksi untuk membuat lembaga asisten pemberdayaan perempuan di bawah kepresidenannya. Langkah itu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta untuk memanfaatkan secara maksimal kader-kader perempuan terkemuka.
Langkah itu juga untuk memanfaatkan upaya para perempuan melayani jamaah haji dan umrah serta pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sesuai dengan Visi Kerajaan Arab Saudi 2030.
Sambut Jamaah Umrah, Masjidil Haram Dibersihkan 60.000 Liter Disinfektan Setiap Hari
Adapun struktur baru organisasi kepresidenan sekarang meliputi empat jabatan pembantu presiden, sejumlah penasihat dan wakil presiden, serta sejumlah asisten wakil presiden. Kepresidenan itu juga mengumumkan rencana untuk melatih 320 pegawai perempuan Saudi dengan meluncurkan program pelatihan bernama “Hayyak”.
“Ini adalah lompatan kualitatif dan unik dalam meningkatkan efisiensi pegawai perempuan, selama periode 10 hari dengan 30 jam pelatihan,” ungkap Asisten wakil sekretaris untuk urusan administrasi dan pelayanan perempuan di Kepresidenan Masjdil Haram dan Masjid Nabawi, Dr Camelia ad-Daadi.
Editor: Ahmad Islamy Jamil