Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wakil Gubernur Makkah Pimpin Pencucian Ka'bah, Begini Urutan Prosesinya
Advertisement . Scroll to see content

2 Doktor Perempuan Jadi Asisten Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 09 Agustus 2021 - 06:16:00 WIB
2 Doktor Perempuan Jadi Asisten Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi (ilustrasi). (Foto: SPA)
Advertisement . Scroll to see content

MAKKAH, iNews.id – Kepala Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdurrahman as-Sudais, menunjuk dua perempuan bergelar doktor menjadi asistennya. Kedua perempuan itu adalah Dr Fatimah binti Zaid ar-Rashoud dan Dr al-Anoud binti Khaled al-Aboud.

Saudi Gazette melansir, Minggu (8/8/2021), Fatimah diangkat sebagai asisten presiden untuk urusan perempuan merangkap penasihat presiden. Sementara, Dr al-Anoud diangkat menjadi asisten presiden untuk urusan pembangunan perempuan.

Sebelumnya, as-Sudais juga mengeluarkan perintah pada Kamis (5/8/2021) menunjuk 20 perempuan lainnya untuk menempati posisi kepemimpinan kunci di lembaga yang dipimpinnya. Semua perempuan itu menyandang gelar master dan doktor di berbagai bidang. Keputusan tersebut menjadi langkah penting Arab Saudi untuk lebih memberdayakan perempuan di negara itu.

Dengan pengangkatan tersebut, Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kini tercatat memiliki jumlah pejabat perempuan paling banyak yang diangkat dalam sejarahnya. Pengangkatan itu juga termasuk untuk sejumlah jabatan wakil kepala dan asisten wakil kepala di kepresidenan tersebut.

As-Sudais juga telah mengeluarkan instruksi untuk membuat lembaga asisten pemberdayaan perempuan di bawah kepresidenannya. Langkah itu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta untuk memanfaatkan secara maksimal kader-kader perempuan terkemuka.

Langkah itu juga untuk memanfaatkan upaya para perempuan melayani jamaah haji dan umrah serta pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sesuai dengan Visi Kerajaan Arab Saudi 2030.

Adapun struktur baru organisasi kepresidenan sekarang meliputi empat jabatan pembantu presiden, sejumlah penasihat dan wakil presiden, serta sejumlah asisten wakil presiden. Kepresidenan itu juga mengumumkan rencana untuk melatih 320 pegawai perempuan Saudi dengan meluncurkan program pelatihan bernama “Hayyak”. 

“Ini adalah lompatan kualitatif dan unik dalam meningkatkan efisiensi pegawai perempuan, selama periode 10 hari dengan 30 jam pelatihan,” ungkap Asisten wakil sekretaris untuk urusan administrasi dan pelayanan perempuan di Kepresidenan Masjdil Haram dan Masjid Nabawi, Dr Camelia ad-Daadi.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut