2 Orang Cekcok lalu Saling Tembak di Jalanan Seattle AS, 1 Tewas dan 7 Luka

Anton Suhartono ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 11:22 WIB
2 Orang Cekcok lalu Saling Tembak di Jalanan Seattle AS, 1 Tewas dan 7 Luka

Lokasi penembakan di jalanan Kota Seattle, AS (Foto: AFP)

SEATTLE, iNews.id - Setidaknya satu orang tewas dan tujuh lainnya, termasuk seorang anak laki-laki, mengalami luka akibat baku tembak di pusat kota Seattle, Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, Rabu (22/1/2020), sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Kepolisian Seattle masih memburu seorang pelaku terkait insiden di depan restoran cepat saji McDonald's dan tak jauh dari lokasi turis itu.

Ini merupakan penembakan massal ketiga dalam waktu 2 hari di wilayah tersebut. Sebelumnya penembakan terjadi di gereja, bioskop, dan tempat umum lainnya.

"Petugas menyelidiki penembakan di dekat 4th dan Pine. Banyak korban. Tersangka melarikan diri, dan sedang diburu. Petugas dan petugas medis memberikan pertolongan pertama kepada korban luka," kata Departemen Kepolisian Seattle dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali AFP, Kamis (23/1/2020).

Kepala Departemen Kepolisian Seattle Carmen Best mengatakan, korban tewas merupakan perempuan.

Sementara itu, Susan Gregg, juru bicara Harborview Medical Center, tempat semua korban dirawat, mengatakan, tujuh orang mengalami luka, termasuk anak laki-laki berusia 9 tahun.

Dua korban, kata dia, mengalami luka serius yakni seorang perempuan 55 tahun yang tertembak di perut dan bocah 9 tahun yang tertembak di kaki. Korban lainnya, yakni lima pria, mengalami luka ringan.

Saksi mata yang juga karyawan di Victrola Coffee Roasters, Tyler Parsons, mengatakan kepada The Seattle Times, saat kejadian dia sedang bekerja. Letusan tembakan terdengar beberapa kali disusul korban berjatuhan ke jalanan.

Beberapa orang berlari ke tokonya untuk mencari perlindungan dan dua di antaranya tekena tembakan.

Sementara itu seorang saksi mata mengatakan, dia melihat dua pria terlibat cekcok keras sebelum mereka saling menembak dan mengenai orang di sekelilingnya.

Polisi meminta warga untuk menjauhi lokasi sampai pelaku ditangkap. Stasiun kereta bawah tanah juga ditutup untuk mengurangi ruang gerak pelaku.


Editor : Anton Suhartono