21 Orang Tewas akibat Topan Molave di Vietnam
Sebelumnya, dua penduduk tewas ketika berusaha melindungi rumah mereka dari topan Molave. Itu adalah badai keempat yang menghantam Vietnam sepanjang bulan ini.
Pihak berwenang di negara itu mengungsikan sekitar 375.000 orang ke tempat aman; membatalkan ratusan penerbangan, dan; menutup sekolah-sekolah serta tempat wisata pantai. Topan Molave mendarat di selatan Danang dengan kecepatan angin hingga 145 km/jam, sebelum melemah menjadi depresi tropis pada Kamis ini.
Hampir 90.000 rumah rusak atau hilang atapnya. Banyak pula rumah yang hancur akibat topan tersebut, menurut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Selain itu, ada 26 nelayan yang juga masih dinyatakan hilang pada Kamis ini. Sejumlah helikopter dan kapal angkatan laut dikerahkan untuk mencari dua kapal para nelayan yang menghilang sejak sebelum badai mendarat di Vietnam.
Vietnam menjadi sangat rentan terhadap bencana alam di musim hujan antara Juni dan November. Provinsi-provinsi yang berada di kawasan pesisir tengah negara itu biasanya terkena dampak bencana paling buruk.
Topan yang sama juga menewaskan 16 orang dan menghancurkan rumah-rumah di Filipina.
Palang Merah Vietnam menyatakan badai yang semakin kerap muncul akhir-akhir ini menjadi salah satu contoh dampak merusak dari perubahan iklim.
Editor: Ahmad Islamy Jamil