23 Orang Tewas akibat Baku Tembak Polisi dengan Kartel Narkoba di Meksiko

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 04 Desember 2019 - 08:28 WIB
23 Orang Tewas akibat Baku Tembak Polisi dengan Kartel Narkoba di Meksiko

Tentara berjaga di depan balai kota di Villa Union, Meksiko pada 2 Desember (FOTO: AFP Foto / Julio Cesar AGUILAR)

MEXICO CITY, iNews.id - Pihak berwenang Meksiko menangkap 10 orang bersenjata anggota kartel narkoba yang menyerang kota dekat perbatasan Amerika Serikat (AS). Baku tembak kelompok itu dengan polisi menyebabkan enam penduduk tewas dan 17 penyerang tewas.

Setidaknya 60 pria bersenjata meneror kota kecil Villa Union di utara pada akhir pekan lalu. Mereka memasuki kota dengan membawa senjata lalu melepaskan peluru ke rumah-rumah termasuk balai kota.

Tentara, Pengawal Nasional, dan polisi kemudian terlibat baku tembak dengan orang-orang bersenjata itu pada Sabtu dan Minggu kemarin, yang menewaskan 23 orang.

Dua pegawai kota yang diculik, empat polisi negara bagian, dan 17 pria bersenjata tewas dalam serangan itu.

Peristiwa ini menandai kasus bobroknya keamanan dinegara itu bagi Presiden sayap kiri Andres Manuel Lopez Obrador, yang menjabat setahun yang lalu dan bersumpah mengekang kekerasan perang narkoba Meksiko.

Pihak berwenang melakukan perburuan besar-besaran setelah serangan itu, mengumumkan delapan orang kembali ditangkap pada Selasa (3/12/2019), di samping dua tersangka yang ditahan sebelumnya.

"Mereka yang ditangkap ikut serta secara langsung dalam serangan di Villa Union City Hall dan rumah-rumah yang mereka tembak di sepanjang jalan, serta konfrontasi dengan pasukan keamanan," kata Gubernur Coahuila Miguel Angel Riquelme, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/12/2019).

Para saksi mata mengatakan, orang-orang bersenjata mengenakan lencana Kartel Timur Laut, sebuah kartel narkoba yang didirikan oleh pasukan komando yang korup di negara bagian utara Tamaulipas pada 2010.

"Instruksi mereka adalah menakut-nakuti orang dan menebar teror dan merebut wilayah itu," kata Riquelme, kepada jaringan radio Formula Meksiko.

"Saya yakin mereka ingin membuka rute baru perdagangan narkoba ke Amerika Serikat," tuturnya.

Lopez Obrador, yang tepat satu tahun menjabat ketika insiden itu terjadi, mengalami beberapa kemunduran keamanan baru-baru ini, termasuk upaya yang gagal menangkap putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman dan pembantaian sembilan perempuan dan anak-anak dari keluarga Mormon AS-Meksiko bulan lalu.

Editor : Nathania Riris Michico