3 Alasan Israel Batal Mencaplok Tepi Barat Hari Ini

Anton Suhartono ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 14:52 WIB
3 Alasan Israel Batal Mencaplok Tepi Barat Hari Ini

Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

AMMAN, iNews.id - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membatalkan pencaplokan wilayah Tepi Barat yang seharusnya dimulai pada Rabu (1/7/2020).

Perampasan tanah Palestina yang diduduki sejak Perang 1967 itu merupakan bagian dari rencana perdamaian Israel-Palestina yang dibuat sepihak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan diumumkan pada Januari lalu. Disebutkan dalam rencana perdamaian itu, Israel punya kedaulatan Israel di sepertiga wilayah Tepi Barat.

Namun pada Rabu tidak ada pertemuan kabinet yang merupakan awal dari proses pencaplokan.

Menurut beberapa analis ada beberapa alasan mengapa Netanyahu tak merealisasikan rencananya.

Direktur Pusat Konsultasi Internasional di Haifa, Wadie Abunassar, mengatakan, ada tiga alasan kegagalan Netanyahu mewujudkan rencana pencaplokan pada 1 Juli.

"Dia belum (benar-benar) mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat, dia mendapat beberapa pesan tegas dari negara-negara Arab serta asing,” kata dia, meyebutkan dua alasan, dikutip dari Arab News.

Satu alasan lagi, lanjut dia, mitra koalisi Netanyahu di pemerintahan yakni pemimpin Partai Biru dan Putih, Benny Gantz, mendesak penundaan hingga pandemi virus corona mereda.

Menteri Pendidikan Israel Zeev Elkin juga menolak kemungkinan adanya pencaplokan langsung.

"Siapa pun yang melukiskan gambar bahwa sesuatu terjadi dalam 1 hari, yakni pada 1 Juli, dia akan meananggung risikonya sendiri," kata Elkin.

Sementara itu di Ramallah, Palestina, kepala lembaga think tank Masarat, Hani Al Masri, mengatakan, para pemimpin Palestina mencermati perkembangan dengan saksama, terutama menyangkut AS.

Menurut dia, gonjang ganjing politik di AS terkait pemilihan presiden (pilpres) pada November mendatang juga akan memengaruhi hasil.

"Mereka masih menunggu hasil pemilu AS pada November dan akan lebih khawatir mengenai pencaplokan di masa transisi jika Trump kalah. Tapi  jika Trump menang, Palestina akan berada dalam masalah besar," tuturnya.

Ofer Zalzberg , analis senior International Crisis Group, berpandagan pencaplokan Tepi Barat tak akan dilakukan pada 1 Juli. Namun dia menilai bukan berarti batal sepenuhnya.

“Terlalu dini untuk merayakannya. Israel akan kembali ke Gedung Putih untuk melihat apakah penasihat presiden AS Jared Kushner mengizinkan Netanyahu untuk melakukan pencaplokan tanpa harus mendapat dukungan dari Partai Biru dan Putih,” kata Zalzberg.

Editor : Anton Suhartono