4 Kota Besar di Dunia yang Sudah Tenggelam di Dasar Laut, Ada Sarang Bajak Laut

Rilo Pambudi · Senin, 06 Juni 2022 - 12:54:00 WIB
4 Kota Besar di Dunia yang Sudah Tenggelam di Dasar Laut, Ada Sarang Bajak Laut
Kota besar di dunia yang sudah tenggelam di dasar laut (Foto: Elements Envato)

JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa kota besar di dunia yang sudah tenggelam di dasar laut. Keberadaan kota tenggelam ini juga bukan mitos atau legenda seperti Atlantis yang hingga kini belum terkuak faktanya.

Kota yang hilang ini dulunya benar-benar ada sebelum akhirnya tenggelam di dasar laut. Kota tersebut tenggelam karena beberapa hal.

Ada yang hilang karena bencana banjir, gempa, bahkan ada juga yang sengaja dibenamkan ke dalam perairan. Dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Jumat (27/5/2022), berikut ini adalah kota besar yang sudah tenggelam dan dulunya jaya.

4 Kota Besar di Dunia yang Sudah Tenggelam:

1. Rungholt, Jerman

Rungholt adalah sebuah pemukiman di Frisia Utara, yang saat itu merupakan wilayah Schleswig, Denmark. Daerah itu kini menjadi bagian dari wilayah Jerman. 

Rungholt dulunya adalah kota pelabuhan yang sangat penting meski dihuni oleh 3000-an penduduk. Kota ini dilaporkan tenggelam setelah digulung gelombang pasang dan badai yang menghantam pada tanggal 15 atau 16 Januari 1362. 

Kota ini sempat menjadi dongeng seperti Atlantis. Namun keberadaan kota Rungholt akhirnya diakui setelah arkeolog membuktikan adanya peradaban manusia di sana. Pemukiman yang hilang itu dijuluki sebagai 'Atlantis di Laut Utara'. Legenda setempat ada yang mengatakan bahwa kota tersebut dihancurkan oleh alam sebagai hukuman atas dosa-dosa penduduknya.

2. Saeftinghe, Belanda

Kota besar yang tenggelam berikutnya adalah sebuah kota yang terletak di barat daya Belanda, Seaftinghe. Kota ini diperkirakan tenggelam pada 1584. Daerah rawa yang sekarang disebut sebagai Tanah Tenggelam Seaftinghe itu dulunya adalah sebuah wilayah yang makmur. Kota ini dibangun dengan cara mengeringkan rawa pada abad ke-13.

Tanah reklamasi itu dulunya terlindungi oleh tanggul sehingga perdagangan dan pertanian dengan lahan yang subur bisa dilakukan di sana. Namun sebagian Saeftinghe mulai hilang setelah banjir banjir bertahun-tahun yang terjadi dan puncaknya adalah banjir All Saint pada 1570.

Tanah seluas 3600 hektar atau 36 km² itu akhirnya menjadi rawa air payau dan tidak mungkin dipulihkan kembali karena sedimentasi yang terus terjadi.

3. Lion City, China

Lion City atau Shicheng (Zhejiang) merupakan kota tenggelam kuno yang terletak di bawah Danau Qiandao di Provinsi Zhejiang , Tiongkok. Tak seperti kota lain yang tenggelam karena peristiwa alam, kota ini ditenggelamkan dengan cara dibanjiri untuk tujuan Industrialisasi dan pembangunan bendungan pembangkit listri tenaga air pada tahun 1959.

Lion City sebelumnya telah dihuni selama berabad-abad. Banyak situs arkeologis besar yang ada di kota tersebut yang kini sengaja dibenamkan. Kota itu ini berada di bawah air Danau Qiandao yang memiliki kedalaman 80 hingga 100 kaki.

Banyak rumah, struktur kuil, dan jalan setapak yang terpelihara di kedalaman 131 kaki di bawah air. Kendati demikian, hal itu kini justru menjadi daya tarik wisata bawah laut oleh wisatawan dan para penyelam.

Karena terlindung dari angin, hujan dan kerusakan akibat sinar matahari, kota ini terpelihara dengan baik meski di bawah air. Kota ini memiliki lima gerbang masuk yang megah dan arsitektur batu berasal dari Dinasti Ming dan Qing. Jalan-jalan di sini juga terdiri dari 265 gerbang lengkung dengan pahatan batu yang masih ada yang berasal dari tahun 1777, serta tembok kota yang berasal dari abad ke-16.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda