430.000 Jemaat Tinggalkan Gereja Katolik dan Protestan di Jerman Selama 2018

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 15:10 WIB
430.000 Jemaat Tinggalkan Gereja Katolik dan Protestan di Jerman Selama 2018

Katedral Mainz di Jerman. (foto: DPA/PICTURE ALLIANCE)

BERLIN, iNews.id - Gereja Katolik Jerman kehilangan 216.078 anggota dan Gereja Protestan kehilangan sekitar 220.000 jemaat selama 2018. Hal itu terkuak dalam laporan yang dirilis oleh Konferensi Waligereja Jerman "Deutsche Bischofskonferenz" (DBK) dan Perhimpunan Protestan Jerman "Evangelische Kirche in Deutschland" (EKD).

Secara total, sekitar 23 juta warga Jerman masih menjadi anggota gereja Katolik dan 21,14 juta lain merupakan anggota gereja-gereja Protestan. Artinya, sekitar 53,2 persen dari lebih 83 juta populasi Jerman adalah anggota kedua gereja.

Sekretaris Jenderal DKB, Hans Langendorfer, menyebut perkembangan statistik keanggotaan gereja itu sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Setiap kepergian anggota menyakitkan," kata Presiden EKD, Heinrich Bedford-Strohm, seperti dilaporkan Deutsche Welle, Jumat (16/8/2019).

"Karena orang sekarang tidak seperti di masa lalu, mereka bebas memutuskan sendiri apakah mereka ingin menjadi anggota gereja atau tidak, maka penting bagi kita hari ini untuk memperjelas bahwa pesan-pesan Kristiani adalah dasar yang kuat bagi kehidupan."

Warga Jerman memang bisa menyatakan keluar dari Keanggotaan Gereja dengan membuat deklarasi sendiri dan meneruskannya kepada lembaga pemerintah setempat atau ke pengadilan distrik. Pernyataan keluar dari gereja tidak memerlukan alasan apa pun.

Mereka yang terdaftar sebagai anggota gereja Katolik dan Protestan otomatis membayar "pajak gereja" (Kirchensteuer) sampai 9 persen dari pajak penghasilan mereka, yang ditransfer oleh majikan atau perusahaan ke kantor pajak.

Pungutan ini setiap tahun menghasilkan miliaran euro dan disalurkan kantor pajak ke organisasi gereja bersangkutan.

Sejak beberapa tahun terakhir, keanggotaan gereja di Jerman menunjukkan penurunan tajam, yang juga berdampak pada penurunan dana "pajak gereja" yang disalurkan kantor pajak ke organisasi kedua gereja.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan Universitas Freiburg pada Mei lalu, jumlah anggota gereja di Jerman bisa menyusut sampai setengahnya hingga 2060. Alasan utama menurunnya keanggotaan di dua gereja itu adalah karena banyaknya orang dewasa yang meninggalkan gereja, sementara hanya sedikit anggota baru, terutama kaum muda, yang mendaftar sebagai anggota gereja baru.

Studi itu memperkirakan, hingga 2060, keanggotaan gereja akan menyusut dari sekitar 45 juta menjadi 34,8 juta pada 2035 dan 22,7 juta pada 2060.

Meskipun tidak ada statistik mengenai alasan mengapa orang meninggalkan gereja, kalangan peneliti menduga bahwa berbagai skandal yang mengguncang gereja juga berperan besar, misalnya skandal pelecehan seksual yang melibatkan gereja Katolik.


Editor : Nathania Riris Michico