Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan soal Uang, Harvard Ungkap Alasan Indonesia Jadi Negara Paling Sejahtera
Advertisement . Scroll to see content

5 Polisi Tewas Ditembaki Pemberontak saat Patroli

Minggu, 21 Maret 2021 - 06:52:00 WIB
5 Polisi Tewas Ditembaki Pemberontak saat Patroli
Ilustrasi lima polisi Filipina tewas diserang pemberontak saat patroli (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

MANILA, iNews.id - Pemberontak menyerang patroli polisi Filipina menewaskan lima petugas dan melukai dua lainnya.

Pelaksana tugas Kepala Kepolisian Nasional Filipina Guillermo Eleazar mengatakan, pemberontak Tentara Rakyat Baru (NPA) menyerang satu regu polisi terdiri dari tujuh personel saat patroli di Kota Labo, Provinsi Camarines Norte, pada Jumat (19/3/2021) sekitar pukul 21.45 waktu setempat.

Dia menambahkan, polisi berpatroli untuk mengamankan proyek jalan setelah perusahaan konstruksi melaporkan para pekerja mereka dipaksa menyerahkan uang oleh pemberontak.

"Pemberontak mengancam akan membakar semua peralatan yang digunakan untuk proyek konstruksi jika mereka tidak mau membayar," kata Eleazar, dikutip dari Xinhua, Minggu (21/3/2021).

Setelah penyerangan, polisi dan tentara dikerahkan untuk memburu pelaku, termasuk mengerahkan dua helikopter tempur multi-peran.

Pemberontak NPA berperang melawan pemerintah sejak 1969. Mereka memusatkan serangan di perdesaan dengan melakukan pertempuran kecil dengan militer.

Diperkirakan NPA memiliki 3.000 pasukan, meski jumlah itu jauh menurun dari kekuatan puncaknya sekitar 25.000 personel pada 1980-an.

Sementara itu sebelum serangan, pasukan keamanan membebaskan tiga nelayan Indonesia yang diculik pada tahun lalu oleh kelompok militan di Filipina selatan. Satu orang lainnya hilang setelah perahu yang mereka naiki terbalik.

Para sandera diselamatkan pada Kamis di Kota Ubian Selatan, Provinsi Tawi-Tawi. Nahas, sandera keempat hilang ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat cuaca buruk. Seorang penculik juga ditangkap.

Para korban yang diselamatkan adalah Arsad bin Dahlan (41), Arizal Kasta Miran (30), dan Andi Riswanto (26) warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Mereka merupakan bagian dari delapan nelayan Indonesia yang diculik pada 15 Januari 2020 di pantai Kota Sandakan, Negara Bagian Sabah, Malaysia, oleh tujuh pria bersenjata diduga anggota kelompok Abu Sayyaf. Tiga dari delapan korban dibebaskan oleh militan, sementara satu tewas dalam bentrokan antara penculik dengan pasukan keamanan Filipina di Provinsi Sulu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut