50 Juta Orang Diperkirakan Hidup dalam Perbudakan Modern pada 2021

Antara ยท Kamis, 01 Desember 2022 - 22:19:00 WIB
50 Juta Orang Diperkirakan Hidup dalam Perbudakan Modern pada 2021
Sejumlah aktivis menggelar aksi di Jakarta pada Desember 2020, menuntut diakhirinya perbudakan modern (ilustrasi). (Foto: Okezone)

ANKARA, iNews.id – Perkiraan global terbaru menunjukkan, sebanyak 50 juta orang hidup dalam perbudakan modern pada 2021. Jumlah itu diperoleh berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kantor Berita Anadolu, bertepatan dengan Hari Internasional Penghapusan Perbudakan.

“Di antara orang-orang ini, 28 juta orang melakukan kerja paksa dan 22 juta terjebak dalam perkawinan paksa,” ungkap laporan bersama yang dirilis pada September oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan lembaga nirlaba Walk Free itu, Kamis (1/12/2022).

Laporan berjudul “Global Estimates of Modern Slavery” itu juga menyebutkan, dalam lima tahun terakhir, jumlah orang yang terjebak dalam perbudakan modern meningkat signifikan. Dibandingkan dengan 2016, orang yang terjebak dalam perbudakan modern pada tahun lalu jumlahnya 10 juta lebih banyak, menurut laporan yang mengacu pada perkiraan global tersebut.

Perbudakan modern terdiri atas dua komponen utama yaitu kerja paksa dan perkawinan paksa. Keduanya merujuk pada situasi eksploitasi yang tidak dapat ditolak atau ditinggalkan seseorang karena adanya ancaman, kekerasan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan, atau bentuk pemaksaan lainnya.

“Perempuan dan anak perempuan mencapai 11,8 juta dari total pekerja paksa. Lebih dari 3,3 juta pekerja paksa adalah anak-anak,” ungkap laporan tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda