6 Tahun Jadi Budak Seks Pasangan Ayah-Anak, Remaja Lahirkan 3 Bocah

Anton Suhartono ยท Kamis, 27 Desember 2018 - 06:18 WIB
6 Tahun Jadi Budak Seks Pasangan Ayah-Anak, Remaja Lahirkan 3 Bocah

Korban pemerkosaan pasangan ayah dan anak di China (Foto: Weibo)

BEIJING, iNews.id - Remaja perempuan di Zhumadian, Provinsi Henan, China, menjadi budak seks pria dan anaknya selama 6 tahun. Bahkan, korban melahirkan dua kali, yakni anak dari masing-masing pelaku.

Pelaku, Deng, memiliki satu anak yang kini usianya 4 atau 5 tahun dari hasil pemerkosaan. Dia sudah ditangkap polisi.

Sementara anak Deng yang identitasnya tidak disebutkan memiliki anak kembar dari rahim korban yang kini berusia satu tahun.

Belum diketahui apakah anak Deng juga akan menjalani proses hukum karena masih di bawah umur.

Dikutip dari Thepaper.cn, Rabu (26/12/2018), pemerkosaan bermula pada 2012 saat korban berusia 14 tahun. Dia kabur dari rumah di Zhumadian setelah cekcok dengan kakaknya. Namun keluarga tak pernah membuat laporan ke polisi soal kaburnya korban.

Keluarga korban memang bermasalah. Ibunya, Li Ailing, ditahan sejak 2011 karena kejahatan ekonomi. Ayah korban juga meninggalkan rumah beberapa tahun lalu.

Setelah bebas dari penjara pada 2016, Li baru mengetahui anak perempuannya tak kembali ke rumah selama 4 tahun. Dia pun mulai mencari ke penjuru kota, bertanya ke orang-orang, serta membuat poster pengumuman.

Suatu saat pada Januari 2018, Li melihat sosok perempuan yang tersenyum kepadanya. Saat itu Li sedang menempel poster di permukiman. Setelah diperhatikan seksama, Li yakin sekali perempuan itu anaknya.

Meskipun Li berulang kali meyakinkan bahwa dia ibunya, perempuan itu terus menyangkal. Setelah beberapa lama, perempuan itu itu akhirnya memanggil Li 'Ibu' tapi menolak untuk pulang.

Li kemudian melapor ke polisi. Bersama petugas, Li mendatangi flat tempat anaknya selama ini tinggal. Di situ ditemukan tiga anak, namun saat itu korban tak menyebut mereka adalah darah dagingnya.

Setelah pulang ke rumah, Li menunjukkan tanda-tanda trauma mental. Dia kemudian didiagnosis menderita skizofrenia, gangguan mental yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Li akhirnya mendapat informasi dari tetangga di sekitar flat bahwa anaknya merupakan korban penculikan dan pemerkosaan oleh Deng.

Singkat cerita, dari pengembangan pemeriksaan diketahui tiga anak tersebut merupakan anak dari hasil pemerkosaan Deng dan anaknya dandiperkuat dengan hasil tes DNA.

Setelah proses yang berlarut-larut melibatkan polisi, akhirnya disepakati anak Deng menikahi putri Li.

"Mempertimbangkan perkembangan kondisi putri saya yang memiliki tiga anak, saya memutuskan untuk menyerah dan menikahinya dengan pelaku, sampai dia mengatakan kepada saya bahwa sang ayah (Deng juga memerkosanya," kata Li.

Lebih lanjut hak pengasuhan anak akan diambilnya. Meski sudah menikah dengan anak Deng, putrinya belum melihat 3 buah hatinya sejak meninggalkan flat hampir setahun lalu.


Editor : Anton Suhartono