60.000 Imigran Seberangi Perbatasan Laut Spanyol-Maroko, Puluhan Tewas Tenggelam
MADRID, iNews.id - Krisis perbatasan Spanyol-Maroko dalam beberapa hari terakhir merenggut puluhan nyawa imigran. Sebagian besar tewas tenggelam saat menyeberangi lautan dari Maroko menuju Ceuta, wilayah Spanyol.
Pemerintah Spanyol menyatakan, 67 imigran tewas hingga Sabtu (1/8/2026). Selain tenggelam, korban tewas juga disebabkan kericuhan di mana para imigran saling berdesakan dan terinjak-injak saat menyeberangi area pemecah gelombang.
Sekitar 60.000 imigran nekat menyeberang dari Maroko menuju Spanyol di Ceuta sejak Kamis hingga Sabtu.
Spanyol mengumumkan akan memasang pagar tambahan sepanjang 500 meter, di sepanjang pagar pemecah gelombang, menuju laut.
Para imigran menyeberangi perbatasan tanpa melihat kondisi, bahkan di saat mereka kelelahan. Setibana di Pantai Tarajal, Ceuta, mereka disambut tentara Spanyol yang memulangkan kembali menyeberangi perbatasan.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan, sebagian besar imigran yang menyeberang dari Afrika Utara telah kembali ke Maroko.
"Kehidupan di kota ini telah terganggu akibat insiden perbatasan," kata pemimpin Ceuta, Juan Jesus Vivas, seperti dikutip dari AFP.
Beberapa imigran yang melawan tetap bertahan di Ceuta. Di antara mereka adalah Mohamed Hatri (23), seorang warga Maroko.
"Mereka menutup semuanya sehingga kami tidak bisa membeli makanan, memaksa kami pulang ke negara kami," katanya.
Meski demikian Hatri tetap akan tinggal di Spanyol, tak peduli jika harus menghadapi kelaparan.
Editor: Anton Suhartono