Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tegaskan AS Mungkin Serang Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Rahasia Iran
Advertisement . Scroll to see content

7 Fakta Terbaru Tarif Impor 32 Persen Trump untuk Indonesia, dari Penyebab hingga Produk Terdampak

Jumat, 04 April 2025 - 06:20:00 WIB
7 Fakta Terbaru Tarif Impor 32 Persen Trump untuk Indonesia, dari Penyebab hingga Produk Terdampak
Fakta-fakta Donald Trump menerapkan tarif masuk produk Indonesia, di antaranya berdampak besar terhadap perekonomian (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Fakta-Fakta Trump Terapkan Tarif Masuk 32 Persen untuk Indonesia

1. Alasan Trump Terapkan Tarif 

Kebijakan ini merupakan upaya terbaru pemerintahan Trump untuk membangun perekonomian AS. Tujuannya unuk mendorong industri dalam negeri, meningkatkan pendapatan pemerintah, serta mencegah praktik curang dalam perdagangan.

"Kita akan meningkatkan basis industri dalam negeri. Kita akan membuka pasar luar negeri dan mendobrak hambatan perdagangan luar negeri, dan pada akhirnya lebih banyak produksi di dalam negeri akan berarti persaingan lebih kuat dan harga yang lebih rendah bagi konsumen," kata Trump, saat mengumumkan pemberlakuan tarif di Rose Garden, Gedung Putih.

Tarif timbal-balik diterapkan Trump, termasuk kepada Indonesia, karena menilai negaranya diperlakukan tidak adil. Oleh karena itu, Trump membuat kebijakan Fair and Reciprocal Plan sebagai upaya menyeimbangkan tarif antara AS dengan mitra dagang.

Tidak pandang bulu, semua negara dikenakan tarif termasuk sekutu-sekutu dekatnya seperti Israel, yang dikenakan tarif 17 persen, serta negara-negara Uni Eropa 20 persen.

2. Posisi Indonesia Dibanding Negara Lain di ASEAN

Kamboja menjadi negara paling terdampak perang dagang dengan AS. Negara itu dikenakan tarif paling tinggi, bukan hanya di ASEAN, tapi juga dunia, yakni 49 persen. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut