7 Fakta Terbaru Tarif Impor 32 Persen Trump untuk Indonesia, dari Penyebab hingga Produk Terdampak
Kebijakan ini merupakan upaya terbaru pemerintahan Trump untuk membangun perekonomian AS. Tujuannya unuk mendorong industri dalam negeri, meningkatkan pendapatan pemerintah, serta mencegah praktik curang dalam perdagangan.
"Kita akan meningkatkan basis industri dalam negeri. Kita akan membuka pasar luar negeri dan mendobrak hambatan perdagangan luar negeri, dan pada akhirnya lebih banyak produksi di dalam negeri akan berarti persaingan lebih kuat dan harga yang lebih rendah bagi konsumen," kata Trump, saat mengumumkan pemberlakuan tarif di Rose Garden, Gedung Putih.
Tarif timbal-balik diterapkan Trump, termasuk kepada Indonesia, karena menilai negaranya diperlakukan tidak adil. Oleh karena itu, Trump membuat kebijakan Fair and Reciprocal Plan sebagai upaya menyeimbangkan tarif antara AS dengan mitra dagang.
Tidak pandang bulu, semua negara dikenakan tarif termasuk sekutu-sekutu dekatnya seperti Israel, yang dikenakan tarif 17 persen, serta negara-negara Uni Eropa 20 persen.
Kamboja menjadi negara paling terdampak perang dagang dengan AS. Negara itu dikenakan tarif paling tinggi, bukan hanya di ASEAN, tapi juga dunia, yakni 49 persen.