70 Persen Warganya Nonton Drama Korea (Drakor), Korut Siapkan Hukuman Berat

Arif Budiwinarto · Senin, 27 Juli 2020 - 05:12:00 WIB
70 Persen Warganya Nonton Drama Korea (Drakor), Korut Siapkan Hukuman Berat
Presiden Korea Utara, Kim Jong-un

PYONGYANG, iNews.id - Pemerintah Korea Utara dilaporkan menangkap warganya yang ketahuan bergaya dan sering menyaksikan film drama Korea Selatan (drakor). Pemerintah telah dihukum atas tindakan yang dianggap membahayakan.

Dilansir dari The New York Post, Minggu (26/7/2020), sejumlah warga Korut yang ditangkap atas dasar tuduhan meniru kata-kata dan ungkapan populer di Korea Selatan.

Dalam rekaman video yang beredar luar di media sosial memperlihatkan sejumlah penduduk Korut tengah diinterogasi karena berbicara atau menulis dalam gaya Korsel.

Salah seorang sumber internal Korut mengungkap hukuman yang diberikan pada warga Korut yang berani mengadopsi budaya Korsel mulai dari dicukur rambutnya sampai dibelenggu saat dimintai keterangan.

Fakta lain yang diungkap sumber tersebut adalah 70 persen dari keseluruhan penduduk Korea Utara menyenangi dan menonton drama Korea (drakor). Bagi pemerintah Korut ini menjadi tanda bahaya jika tidak segera diatasi maka "budaya nasional mereka akan pudar."

Guna mencegah penyusupan budaya Korsel ke Korut, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, akan memanfaatkan berbagai teknik, termasuk menjatuhkan hukuman lebih berat serta kembali menjalankan proyek-proyek pendidikan ideologis.

Penyusupan budaya Korsel merupakan permasalahan yang memicu kemarahan Korut. Pada Juni lalu, Korut menghancurkan kantor penghubung dua Korea karena kecewa dengan Korsel yang dinilai tidak bisa menangani aksi para pembelot melakukan propaganda ke Korut.

Dalam menjalankan aksinya, para pembelot kerap mengirimkan sejumlah barang berupa flashdisk yang berisi file film dan kebudayaan Korsel selain beras, minuman botol, serta uang kertas dolar Amerika Serikat.

Editor : Arif Budiwinarto