Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Desa Binaan Imigrasi Jadi Inspirasi di Forum Internasional DGICM 2025
Advertisement . Scroll to see content

80 Imigran Afrika Diselamatkan dari Gurun Sahara setelah 3 Hari Tanpa Minum

Selasa, 08 September 2020 - 21:25:00 WIB
80 Imigran Afrika Diselamatkan dari Gurun Sahara setelah 3 Hari Tanpa Minum
Imigran Afrika diselamatkan oleh organisasi pengungsi IOM di Gurun Sahara setelah terlantar selama 3 hari. (foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SAHARA, iNews.id - Lebih dari 80 migran Afrika telah diselamatkan dari Gurun Sahara setelah mereka dirampok dan dibiarkan mati oleh orang-orang yang telah mereka bayar untuk menyelundupkan masuk ke Libya.

Penyelundup meninggalkan empat truk yang membawa para migran dari Nigeria, Togo, Mali dan Ghana sekitar 230 km di utara kota Sahara, Niger's Dirkou, setelah melihat ada rombongan kendaraan militer. Parahnya, para migran itu ditinggal tanpa makanan dan minuman.

Tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 3 September tim penyelamat IOM menemukan kelompok migran itu yang di dalamnya terdapat anak-anak. Saat ditemukan banyak migran yang mengalami dehidrasi, cedera dan membutuhkan bantuan medis.

Juru bicara Paul Dillon mengatakan bukan hal aneh banyak migran dari Afrika ditinggalkan begitu saja oleh para penyelundup, setelah mendapatkan bayaran di muka dari orang-orang Afrika yang putus asa mencapai Eropa.

Seringnya, penyelundup berdalih meninggalkan para migran karena tak ingin tertangkap saat bertemu dengan pasukan patroli.

"Terkadang penyelundup kembali tanpa penumpangnya. Ini bukan kejadian langka," kata Dillon dikutip dari Channel News Asia, Selasa (8/9/2020).

"Mereka tahu konsekuensi meninggalkan orang-orang yang terdampar di gurun. Sangat meresahkan pengabaian terhadap kehidupan para orang-orang ini," lanjutnya.

Sejak 2016, IOM telah menyelamatkan lebih dari 20.000 migran dari Gurun Sahara, salah satu wilayah paling berbahaya dalam perjalanan bagi warga Afrika Barat yang mempertaruhkan nyawa untuk mencari pekerjaan di Eropa.

Meskipun demikian, petugas IOM di lapangan tak jarang menemukan sisa-sisa tulang belulang yang diyakini milik imigran Afrika yang tewas di Gurun Sahara.

"Operasi pencarian dan penyelamatan sebelumnya telah menemukan mayat yang terkubur di pasir," kata Dillon.

"Ini ruang yang sangat luas dan ada banyak rute ke utara dan kami tidak memiliki sumber daya untuk patroli," tambahnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut