83% Serangan Rudal dan Drone Iran Justru Hantam Negara Teluk, Apa Motif Sebenarnya?
Senada dengannya, Direktur New Lines Institute, Caroline Rose, mengatakan, strategi Iran bertujuan untuk menunjukkan kemampuannya mengguncang stabilitas keamanan negara-negara teluk secara cepat. Strategi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa negara-negara GCC akan segera menekan AS untuk menghentikan serangan dan menjauh dari Israel.
"Namun strategi ini tampaknya justru berbalik arah. Beberapa negara seperti Arab Saudi justru membuka kembali kebijakan yang memungkinkan pasukan AS beroperasi dari wilayah mereka, bahkan ada yang mulai mempertimbangkan ikut dalam perang," kata Rose.
Dewan HAM PBB pada Rabu lalu, telah mengesahkan resolusi yang diajukan negara-negara GCC dan Yordania, yang mengutuk tindakan Iran sebagai pelanggaran berat. GCC juga menuntut kompensasi atas kerusakan dan korban jiwa.
Di hari yang sama, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Yordania dalam pernyataan bersama, mengecam keras serangan Iran. Mereka menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, hukum internasional, hukum humaniter internasional, serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), baik dilakukan secara langsung maupun melalui kelompok proksi.
Pernyataan itu juga menyinggung ancaman lain yang sebelumnya kurang terungkap, yakni aktivitas sel tidur yang loyal kepada Iran serta organisasi yang terkait dengan Hizbullah, yang dinilai mengancam stabilitas kawasan tersebut.
Negara-negara tersebut menegaskan kembali hak penuh mereka untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB, termasuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional.
Editor: Maria Christina