90 Persen Kasus Covid di Inggris Libatkan Omicron, Total 210.000 Orang Terinfeksi
Perdana Menteri Boris Johnson sudah memperingatkan sejak awal bulan ini bahwa pemerintah bisa saja menerapkan kembali pembatasan. Menurut dia, pemerintah bisa menerapkan Rencana B jika kasus terus melonjak. Saat ini warga Inggris sudah diminta bekerja dari rumah serta mewajibkan kembali penggunaan masker di tempat umum. Selain itu, vaksinasi Covid-19 menjadi syarat untuk bisa mengunjungi berbagai tempat umum.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pembaruan epidemiologi mingguan pada Rabu memperingatkan, Omicron masih menimbulkan risiko sangat tinggi dan bisa membebani layanan kesehatan. Banyak negara mengalami lonjakan kasus, bahkan mencatat rekor penambahan harian baru.
Jumlah kasus infeksi Covid-19 secara global melonjak 11 persen pada pekan lalu dibandingkan minggu sebelumnya. Lonjakan kasus di antaranya dilaporkan di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Italia. Belanda dan Swiss menyatakan Omicron telah menjadi kasus infeksi yang dominan di negara tersebut.
Meskipun beberapa penelitian mengungkap varian ini tak menyebabkan penyakit parah, WHO mendesak semua negara untuk tetap berhati-hati karena penelitian masih terus berlangsung.
"Risiko keseluruhan terkait varian baru yang menjadi perhatian, Omicron, tetap sangat tinggi. Bukti yang konsisten menunjukkan varian Omicron unggul dalam pertumbuhan dibandingkan varian Delta, dalam waktu dua kali lipat, dari 2 hingga 3 hari," bunyi pernyataan WHO.
Editor: Anton Suhartono