Abaikan AS, Erdogan Sebut Rusia Segera Mengirim Rudal S-400 ke Turki
ANKARA, iNews.id - Turki tampaknya bisa segera mendapatkan rudal sistem pertahanan S-400 dari Rusia. Pembelian rudal itu ditentang Amerika Serikat (AS) karena bisa mengacaukan sistem persenjataan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), di mana Turki merupakan anggotanya. Bahkan AS mengancam akan menjatuhkan sanksi jika pembelian berlanjut.
Presiden Recep Tayyip Erdogan tak terpengaruh dengan ancaman AS. Dia mengatakan, pengiriman rudal bahkan bisa lebih cepat dari waktu yang direncanakan.
"Rudal sistem pertahanan S-400 semula akan dikirim pada Julu, tapi mungkin kami bisa membawanya lebih cepat lagi," kata Erdogan, usai berkunjung ke Rusia, seperti dilaporkan AFP, Rabu (10/4/2019).
Erdogan ke Rusia pada Senin lalu untuk bertemu Presiden Vladimir Putin membahas pembelian S-400 sekaligus isu Suriah.
Lebih lanjut Erdogan menegaskan tetap akan menjalin kerja sama dengan AS. Pembelian ini, kata dia, tak bermaksud mengecilkan peran negara lain dan Turki punya hak untuk menentukan kepada siapa membeli.
"Langkah yang kami ambil untuk keamanan negara tidak menargetkan kepada negara ketiga, juga tidak memberikan hak berdaulat kami ke negara ketiga," kata Erdogan.
AS berupaya menggagalkan pemembelian S-400 dengan menawarkan rudal pertahanan Patriot. Ironisnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tak bisa menjamin AS mau melepasnya.
"Jika AS tak mau menjual Patriot, besok kami bisa membeli S-400 lagi atau sistem pertahanan lainnya," kata dia, dalam wawancara dengan stasiun televisi NTV.
Dia menegaskan, Turki tak hanya membutuhkan S-400, tapi rudal sistem pertahanan lain.
Pekan lalu, AS membekukan program pengadaan jet tempur F-35A dengan Turki sebagai protes atas pembelian S-400. Turki ingin membeli 100 unit jet tempur siluman itu, bahkan pilot-pilotnya sudah dilatih di AS.
Produsen F-35A Lockheed Martin menyatakan, nilai kontrak pembuatan suku cadang F-35 dengan perusahaan Turki mencapai 12 miliar dolar AS.
Editor: Anton Suhartono