Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam jika Selat Hormuz Tak Dibuka
Advertisement . Scroll to see content

Abaikan China, Taiwan Janjikan Hubungan yang Lebih Intim dengan AS

Sabtu, 19 September 2020 - 09:28:00 WIB
Abaikan China, Taiwan Janjikan Hubungan yang Lebih Intim dengan AS
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (tengah), bersama Wamenlu AS Keith Krach (kiri) dan pendiri perusahaan chip TSMC, Morris Chang, seusai jamuan makan malam di Taipei, Jumat (18/9/2020). (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TAIPEI, iNews.id – Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, menjanjikan hubungan yang lebih dalam dengan Amerika Serikat. Janji itu diutarakannya pada jamuan makan malam bersama seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang berkunjung ke Taipei, Jumat (18/9/2020).

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamnelu) AS Bidang Ekonomi, Keith Krach, tiba di Taipei pada Kamis (17/9/2020) lalu dalam rangka kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Taiwan. Krach menjadi pejabat paling senior di Departemen Luar Negeri AS yang bertandang ke Taiwan dalam empat dekade terakhir.

“Saya berharap Taiwan dan Amerika Serikat terus bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan pembangunan di Indo-Pasifik, yang berdampak positif bagi kawasan,” kata Tsai saat menjamu Krach dan rombongan di kediaman resmi presiden Taiwan, tadi malam, dikutip Reuters, Sabtu (19/9/2020).

Hubungan Taiwan dan AS mengalami kemajuan substansial dalam beberapa tahun terakhir. Ini ditunjukkan dengan interaksi kedua negara yang semakin dekat, menurut Tsai.

“Saya berharap kita (Taiwan dan AS) dapat terlibat dalam lebih banyak masalah dan memperluas kerja sama bilateral kita, meningkatkan hubungan kita sebagai mitra tepercaya dan membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan,” ujar Tsai.

Taiwan, kata dia, berkomitmen untuk memperdalam kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat. Dalam jamuan makan malam itu, tidak ada pernyataan spesifik yang menyinggung soal latihan militer China di Selat Taiwan, kemarin.

Taiwan telah berupaya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Amerika Serikat, dan telah menunjukkan kepada negeri Paman Sam manfaat ekonomi yang dapat diberikan negara pulau itu.

Pada Mei lalu, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) Ltd, produsen chip komputer terbesar di dunia, menyatakan rencana mereka untuk membangun pabrik senilai 12 miliar dolar AS (setara Rp178 triliun) di Arizona, AS. Pengumuman itu sekaligus menjadi kemenangan bagi pemerintahan Donald Trump dalam melawan dominasi rantai pasokan teknologi global dari China.

Kunjungan Krach ke Taiwan memicu protes dari China. Sebagai reaksi atas kunjungan pejabat negeri Paman Sam itu, Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menggelar latihan tempur di dekat Selat Taiwan, kemarin.

Menutut China, latihan militer itu diperlukan dalam menghadapi situasi terkini di kawasan demi menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial Tiongkok.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut