Abaikan Permintaan AS, Gibraltar Akhirnya Bebaskan Kapal Tanker Iran

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 09:50 WIB
Abaikan Permintaan AS, Gibraltar Akhirnya Bebaskan Kapal Tanker Iran

Kapal super-tanker Iran, Grace 1 tampak di perairan Gibraltar, sebuah teritori Inggris di dekat Spanyol. (FOTO: AP)

LONDON, iNews.id - Gibraltar mengizinkan kapal tanker Iran yang sebelumnya disita untuk meninggalkan teritori Inggris, Kamis (15/8/2019). Hal ini kemungkinan akan mengurangi ketegangan antara Inggris dan Iran, sementara sebuah kapal tanker berbendera Inggris masih ditahan di Iran.

Pembebasan kapal Grace 1 terjadi di tengah-tengah konfrontasi yang semakin besar antara Iran dan pihak Barat terkait program nuklirnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Teluk Persia dilanda enam serangan terhadap tanker-tanker minyak dan Amerika Serikat (AS) menuduh Iran sebagai pelakunya.

Selain itu, drone AS ditembak jatuh oleh militer Iran. Iran membantah melakukan serangan terhadap kapal-kapal tanker itu, meskipun pihaknya menyita tanker-tanker lain.

Harian 'The Gibraltar Chronicle' melaporkan, tidak ada permohonan dari AS di pengadilan Gibraltar ketika sidang untuk kapal Grace 1 dilanjutkan pada Kamis (15/8/2019) siang, mengutip hakim kepala Anthony Dudley. Hal itu memungkinkan kapal tersebut dibebaskan.

Ini merupakan perubahan dari sidang dengar di pada Kamis pagi, di mana Gibraltar menyatakan Kejaksaan Agung AS berusaha menyita kapal itu berdasarkan sejumlah tuduhan.

Menurut Dudley, jika tidak ada langkah AS itu, kapal sudah diperbolehkan berlayar, demikian dilaporkan The Gibraltar Chronicle.

Kejaksaan Agung AS belum menanggapi laporan tersebut.

Downing Street atau Kantor Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan, isu Iran dibahas selama pertemuan dengan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton.

Tanker Grace 1 diisi dengan 2,1 juta barel minyak mentah Iran, dan disita bulan lalu oleh Kerajaan Inggris di lepas pantai Gibraltar. Kapal itu diduuga melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah, yang tujuannya adalah penyulingan Banyas, Iran menyebut penyitaan itu sebagai tindak pembajakan.

Tidak lama setelah penyitaan Grace 1, Iran menyita tanker minyak berbendera Inggris, Stena Impero, yang hingga kini masih ditahan di Teheran. mengatakan pembebasan Grace 1 oleh Gibraltar memungkinkan Stena Impero juga dibebaskan.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia sejak Trump secara unilateral menarik AS keluar dari persetujuan nuklir 2015 dengan Iran setahun lalu.

Keputusan itu menghentikan transaksi bisnis bernilai miliaran dolar, dan sebagian besar adalah penjualan minyak mentah Iran di pasar internasional serta menyebabkan mata uang Iran mengelamai depresiasi tajam.


Editor : Nathania Riris Michico