Aksi Mogok Pekerja Transportasi Umum Lumpuhkan Kota Paris

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 September 2019 - 19:31 WIB
Aksi Mogok Pekerja Transportasi Umum Lumpuhkan Kota Paris

Aksi mogok pekerja kereta di Paris melumpuhkan transportasi kota (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Aksi mogok para pekerja transportasi umum di Paris, Prancis, Jumat (13/9/2019), menyebabkan kelumpuhan. Warga yang ingin beraktivitas kebingungan mencari alternatif transportasi sehingga memengaruhi kemacetan di jalan.

Operator transportasi publik Paris, RATP, menyatakan, sebanyak 10 dari 16 jalur kereta metro tak beroperasi sebagai dampak mogok kerja ratusan pekerja sebagai protes atas rencana reformasi sistem pensiun.

Kerumunan orang menunggu di peron jalur kereta otomatis yang masih beroperasi.

Para warga yang biasa menggunakan kereta mencari solusi alternatif dengan memanfaatkan jasa sewa skuter listrik, sepeda, bahkan skateboard.

(Warga Paris menyewa jasa sepeda listrik untuk menuju tempat aktivitas/AFP)

"Kami memperkirakan akan ada lebih banyak orang lagi," kata seorang pejabat RATP, kepada AFP.

Untuk membantu mengurangi kemacetan, RATP menawarkan tumpangan graris selama 30 menit di jaringan sepeda motor listrik Cityscoot.

Sementara itu jasa transportasi online Uber memberikan layanan tumpangan gratis 15 menit yakni untuk penyewaan sepeda listrik dan skuter.

(Warga Paris melewati kemacetan dengan menggunakan sepeda ke tempat aktivitas sebagai dampak dari aksi mogok pekerja RATP/AFP)

Aksi mogok ini merupakan yang pertama terkait rencana Presiden Emmanuel Macron untuk menerapkan sistem pensiun baru bagi pekerja transportasi Metro yang dianggap merugkan pekerja. Selain pekerja transportasi, profesi lain yang terdampak adalah pelaut, pengacara, dan Opera Paris.

Menurut pekerja Metro, reformasi ini akan memaksa mereka bekerja lebih lama serta menghilangkan hak untuk mengajukan pensiun dini.

Auditor negara bagian Cour des Comptes menjelaskan, usia pensiun rata-rata untuk pekerja RATP pada 2017 adalah 55,7 tahun, dibandingkan dengan sebagian besar pekerja Prancis 63 tahun.


Editor : Anton Suhartono