Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Desak Negara-Negara Arab Usir Pasukan AS dari Pangkalan Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Amerika Sebut Mobil China seperti Kanker Usulkan Larangan Permanen, Takut Bersaing?

Sabtu, 04 April 2026 - 20:03:00 WIB
Amerika Sebut Mobil China seperti Kanker Usulkan Larangan Permanen, Takut Bersaing?
Senator Amerika menyebut produk otomotif China seperti “kanker” yang harus dicegah masuk ke pasar Negeri Paman Sam. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

Artinya, keterlibatan sekecil apa pun dari perusahaan China bisa membuat kendaraan dilarang beroperasi di AS.

Dia juga mendorong negara lain seperti Meksiko, Kanada, hingga kawasan Eropa untuk mengikuti langkah serupa. Upaya ini dinilai sebagai strategi memperluas tekanan terhadap industri otomotif China di pasar global.

Industri AS Dukung, China Menolak

Sejumlah produsen mobil dan kelompok industri di Amerika Serikat mendukung usulan tersebut. Mereka menilai pembatasan ketat diperlukan untuk melindungi keamanan nasional sekaligus menjaga lapangan kerja domestik.

Di sisi lain, kebijakan ini juga dinilai efektif menghambat masuknya kendaraan listrik murah dari China. Saat ini, merek seperti BYD dan Xiaomi belum masuk pasar AS, meski mulai mendominasi di Eropa.

Pemerintah China menolak keras langkah tersebut. Mereka menilai kebijakan itu sebagai bentuk proteksionisme dan menciptakan persaingan tidak sehat dalam perdagangan global.

Di tengah polemik tersebut, muncul perbedaan pandangan dari kubu politik lain. Presiden AS Donald Trump justru sempat membuka peluang bagi produsen mobil China untuk masuk, asalkan membangun pabrik di AS dan mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Perbedaan sikap ini menambah kompleksitas arah kebijakan industri otomotif Amerika ke depan. Di satu sisi ada kekhawatiran keamanan, di sisi lain ada kebutuhan menjaga iklim investasi dan persaingan pasar.

Ketegangan yang terus meningkat, usulan Moreno berpotensi memperkeruh hubungan dagang antara AS dan China, sekaligus memicu babak baru dalam perang industri kendaraan listrik global.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut