Amerika Serikat Murka, Tuding Rusia Uji Coba Senjata Antisatelit di Luar Angkasa

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 19:51 WIB
Amerika Serikat Murka, Tuding Rusia Uji Coba Senjata Antisatelit di Luar Angkasa

Ilustrasi satelit. (Foto: Pixabay)

WASHINGTON DC, iNews.idAmerika Serikat menuduh Rusia melakukan uji coba penembakan senjata antisatelit di luar angkasa. Washington pun memperingatkan akan ancaman terhadap sistem keamanan yang nyata, serius, dan meningkat.

Komando Antariksa AS mengklaim memiliki bukti bahwa Moskow melakukan uji coba nondestruktif senjata antisatelit berbasis antariksa pada 15 Juli. “Uji coba (Rusia) pekan lalu adalah contoh lain bahwa ancaman terhadap sistem ruang angkasa AS dan Sekutu itu nyata, serius, dan meningkat,” demikian pernyataan lembaga itu, Kamis (23/7/2020), seperti dikutip AFP.

Komando Antariksa AS mengatakan, uji coba senjata itu melibatkan satelit Rusia yang disebut Cosmos 2543 yang menyuntikkan sebuah benda ke orbit. Negosiator perlucutan senjata AS, Marshall Billingslea menyatakan, uji coba senjata Rusia tersebut tidak dapat diterima.

Menurut dia, tindakan Rusia itu bakal menjadi topik utama yang dibahas di Wina, Austria, pekan depan, dalam pembahasan kelanjutan perjanjian New START. Perjanjian itu sejatinya berisi tentang pembatasan hulu ledak nuklir AS dan Rusia.

Mengomentari tuduhan AS tersebut, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Jumat (24/7/2020) ini mengatakan bahwa Rusia mendukung demiliterisasi penuh antariksa dan tidak pernah menempatkan jenis senjata apa pun di luar angkasa. Media Pemerintah Rusia mengungkapkan, Cosmos-2543 telah dikerahkan oleh satelit lain, Cosmos-2542, yang diluncurkan pada 25 November 2019 oleh militer Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, satelit itu dimaksudkan untuk memantau kondisi satelit-satelit Rusia lainnya. Akan tetapi, surat kabar milik pemerintah setempat, Rossiyskaya Gazeta, malah melaporkan bahwa satelit Cosmos-2543 bahkan memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi dari “satelit milik orang lain”.

“Ini adalah bukti lebih lanjut dari upaya berkelanjutan Rusia untuk mengembangkan dan menguji sistem berbasis luar angkasa, dan konsisten dengan doktrin militer Kremlin yang diterbitkan untuk menggunakan senjata yang menempatkan aset-aset antariksa AS dan Sekutu dalam bahaya,” kata Komandan Antariksa AS, Jenderal Jay Raymond, dalam sebuah pernyataan.

Ini adalah contoh terbaru dari satelit Rusia yang berperilaku "tidak konsisten dengan misi mereka," tambah pernyataan Komando Antariksa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil