JAKARTA, iNews.id — Amerika Serikat menggempur fasilitas militer Iran pada hari ke-11. Operasi yang diumumkan oleh Komando Pusat AS (Centcom) tersebut menargetkan hanggar pesawat, gudang drone, fasilitas maritim, serta infrastruktur logistik militer Iran.
Menurut Centcom, operasi ini bertujuan untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Selain itu, Centcom mengklaim bahwa Iran telah menyerang 30 kapal dagang yang melintas di jalur pelayaran internasional dalam tiga bulan terakhir.
Breaking News: Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Sementara itu, sistem pertahanan udara Iran di wilayah Teheran kembali diaktifkan guna merespons deteksi target musuh, seperti drone atau objek mencurigakan yang mendekati ibu kota. Aktivasi ini kerap dipicu oleh eskalasi ketegangan regional akibat serangan udara Amerika Serikat.
Di sisi lain, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan berskala besar menggunakan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dalam tahap ke-21 "Operasi Saeqeh". Iran menargetkan gudang amunisi serta pusat komando Amerika Serikat di Camp Doha yang terletak di bagian barat Kuwait.
Ditresnarkoba Polda Jateng Musnahkan Ribuan Miras dan Narkoba di TPA Jatibarang
Camp Doha merupakan salah satu pangkalan militer Amerika Serikat terbesar dan terpenting di kawasan tersebut. Pangkalan ini berfungsi sebagai pusat dukungan bagi pasukan AS di kawasan Asia Barat sekaligus lokasi penempatan sejumlah besar peralatan militer utama.
Editor: Dani M Dahwilani