Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Anak-Anak Rusia di Luar Negeri Mulai Di-bully karena Negaranya Serang Ukraina

Selasa, 01 Maret 2022 - 16:31:00 WIB
Anak-Anak Rusia di Luar Negeri Mulai Di-bully karena Negaranya Serang Ukraina
Anak-anak Rusia di luar negeri mulai di-bully karena negaranya menyerang Ukraina (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

OSLO, iNews.id - Serangan Rusia ke Ukraina berdampak sangat luas, bahkan sudah merambah ke warga Rusia di luar negeri. Pusat Anti-Rasis Norwegia menerima beberapa laporan penghasutan dan pelecehan terhadap anak-anak Rusia di berbagai sekolah negara itu.

Manajer Pusat Anti-Rasis Norwegia Linda Tinuke Strandmyr menyerukan perlindungan kepada anak-anak Rusia dari berbagai tingkatan usia di semua sekolah. Mereka tidak bersalah dan menjadi korban politik.
 
Stasiun televisi NRK melaporkan, anak-anak Rusia mendapat intimidasi di berbagai sekolah. Mereka seolah menjadi pihak yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Ukraina.

Ketua asosiasi Norwegia-Rusia Kota Bod Tatiana Cruickshank mengatakan, ada perlakuan buruk terhadap warga Rusia secara umum yang dialami anak-anak.

“Itu memengaruhi saya. Ini memengaruhi semua orang. Ini adalah situasi mengerikan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Anak-anak mendengar banyak dari orang dewasa dan tayangan berita. Apa yang mereka dengar mungkin terlalu sulit untuk mereka pahami. Jika ada anak berbahasa Rusia di kelas, mereka mungkin merasa bersalah dan harus bertanggung jawab atas tindakan Rusia,” kata Cruickshank.

Dia melanjutkan, bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga berada di bawah tekanan.

“Kami orang Rusia mengalami pertanyaan langsung tentang apakah kami mendukung Putin dan menganggap apa yang dia lakukan baik-baik saja. Dampaknya, kita harus seperti orang yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Rusia berulang kali menegaskan tidak punya rencana menduduki Ukraina, namun hanya berupaya melindungi warga sipil berbahasa Rusia di negara itu dari genosida.

Kementerian Pertahanan Rusia juga membantah laporan menyerang warga sipil Ukraina, melainkan infrastruktur militer, menggunakan senjata dengan tingkat presisi tinggi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut