Anak dan Ayah Taipan Pachinko di Jepang Saling Gugat atas Tuduhan Rasis
TOKYO, iNews.id - Anak dan ayah taipan mesin judi pachinko di Jepang saling gugat karena tuduhan rasisme.
Han Chang Woo (89), pendiri dan bos perusahaan Maruhan, operator mesin judi pachinko, menuntut anak tertuanya, Marina Haba (51). Bukan hanya itu Han juga mendesak putrinya mengembalikan pinjaman sebesar 480 juta yen disertai bunga.
Marina menikah dengan Joe Wallace yang merupakan warga Amerika Serikat keturunan Afrika pada 2014. Pernikahan mereka berlangsung tanpa restu dari ayahnya.
"Ayah saya tidak menyetujui hubungan saya dengan Joe. Dia tidak pernah menyetujui. Ayah menegaskan, dia tidak menyetujui hubungan saya dengan pria kulit hitam," kata Marina, dalam dokumen pengadilan, dikutip dari The Sunday Times, Minggu (15/11/2020).
PM Jepang Yoshihide Suga Telepon Joe Biden, Ini yang Mereka Bahas
Namun Han menepis tuduhan putrinya tersebut seraya menegaskan perusahaan Maruhan berkomitmen terhadap keberagaman dan inklusi.
Han lahir di Korea Selatan, saat negara itu berada di bawah penjajahan Jepang.
Kasus Bunuh Diri di Jepang Meningkat saat Pandemi Covid-19, Perempuan Naik 80 Persen
Dia pindah ke Jepang pada usia 16 tahun lalu mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas Hosei. Setelah lulus Han mendirikan perusahaan Maruhan yang berbasis di Kyoto pada 1957 dan menjadi warga negara Jepang.
Perusahaan ini merupakan pemain terkemuka di industri pachinko dengan nilai 200 miliar dolar AS. Selain menggeluti bisnis pachinko, Maruhan merambah bisnis bowling, lapangan golf, dan bioskop. Lengan investasinya kini berbasis di Singapura.