Anggota DPR Malaysia Pidato Pakai Bahasa Jawa, Singgung Kiriman Kabut Asap dari Indonesia
Kalam juga mengkritik pernyataan seorang pejabat Indonesia yang menyebut hutan-hutan di Indonesia memasok oksigen ke Malaysia.
“Jangan jadikan masalah ini lelucon dengan mengeklaim bahwa hutan-hutan Indonesia menyediakan oksigen untuk Malaysia. Apakah pohon-pohon di Malaysia terbuat dari plastik? Apakah pohon-pohon itu tidak bisa menghasilkan oksigen?” ujarnya.
Kalam juga menyerukan pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk menggunakan jalur diplomatik guna mendesak Filipina, selaku ketua ASEAN 2026, untuk mengambil tindakan lebih kuat terhadap kabut asap lintas batas.
Dia pun mengusulkan lima langkah, termasuk penegakan hukum bersama lebih kuat, sistem peringatan dini regional menggunakan pemantauan satelit dan data titik api secara real-time, serta tim tanggap darurat regional untuk mengatasi kebakaran sebelum kabut asap menyebar melintasi perbatasan.
Kalam lalu menyoroti dampak kabut asap bagi kesehatan warga Malaysia, kesulitan bernapas, tenggorokan gatal, batuk, serta kasus asma.
Kabut asap kiriman, kata dia, membuat sekolah-sekolah ditutup, memengaruhi pariwisata, serta menghentikan operasional perkebunan.
Menurut dia, warga Indonesia yang bekerja di sektor perkebunan Malaysia juga terpengaruh. Gangguan terhadap pekerjaan bisa memengaruhi upah yang diterima sehingga tidak bisa mengirim uang ke keluarga di rumah.
Editor: Anton Suhartono