Anggota Terakhir Suku Pedalaman Amazon Ini Ditemukan Meninggal, Hidup Sendiri Bertahun-tahun
Juru Bicara Survival International Sarah Shenker mengatakan kepada surat kabar Inggris, Guardian, setelah sukunya dibantai secara mengerikan dan tanahnya dirampas, pria itu menolak untuk menjalin kontak dengan dunia luar.
“Dia adalah orang terakhir dari sukunya dan satu lagi suku yang punah, bukan menghilang, seperti yang disebutkan beberapa orang, ini bisa lebih disebut dengan proses genosida daripada menghilang,” ujarnya.
Direktur Riset dan Advokasi Survival International Fiona Watson sempat mengunjungi daerah tersebut pada 2004 dengan tim pemantau pemerintah kemudian menulis ringkasan kunjungan tersebut.
"Bayangkan hidup sendiri, dalam suasana penuh keheningan, selalu dalam pelarian, selalu ketakutan, tidak terlihat oleh dunia. Ini adalah kehidupan sehari-hari bagi seorang pria penyendiri di Amazon. Dia satu-satunya yang selamat dari sukunya," demikian laporan Watson.
"Kami tidak tahu siapa dia, nama suku, atau bahasa apa yang digunakan. Anggota sukunya mungkin dibantai oleh peternak sapi yang menyerbu wilayah itu," katanya, menambahkan.