Arab Saudi Hapus Aturan Pemisahan Gender di Restoran dan Kafe

Nathania Riris Michico ยท Senin, 09 Desember 2019 - 09:03 WIB
Arab Saudi Hapus Aturan Pemisahan Gender di Restoran dan Kafe

Kini laki-laki dan perempuan di Arab Saudi bisa duduk bersama di kafe yang baru dibuka di Khobar. (FOTO: REUTERS)

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi menghapus peraturan gender di restoran dan kafe-kafe. Selama puluhan tahun, peraturan itu memisahkan ruang dan pintu masuk bagi perempuan dan laki-laki lajang.

Keputusan itu, yang pada dasarnya mengakhiri aturan pemisahan gender di tempat umum, diam-diam diumumkan pada Minggu (8/12/2019) dalam pernyataan yang panjang dan disampaikan secara teknis oleh Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan.

Kendati sebagian restoran dan kafe di kota pesisir Jeddah dan hotel-hotel kelas atas di Riyadh sudah membolehkan laki-laki dan perempuan, yang tidak ada hubungan darah, duduk dengan bebas; langkah tersebut mengodifikasi apa yang selama ini menjadi isu sensitif di kalangan orang-orang Arab Saudi.

Negara tersebut selama ini memandang pemisahan gender sebagai persyaratan agama.

Namun, negara-negara Muslim tetangga Arab Saudi tidak menerapkan peraturan yang sama.

Di seluruh Arab Saudi, norma yang berlaku adalah laki-laki dan perempuan, yang bukan muhrim, tidak boleh berbaur di tempat umum. Sekolah-sekolah negeri dan sebagian besar universitas negeri masih memberlakukan pemisahan itu, begitu pula acara pesta pernikahan.

Restoran dan kafe di Arab Saudi, termasuk waralaba besar dari Barat seperti Starbucks, saat ini menerapkan pemisahan dengan menyediakan ruang khusus 'keluarga' bagi perempuan yang bepergian sendiri atau disertai saudara laki-laki, dan ruang khusus 'lajang' bagi laki-laki.

Banyak juga restoran dan kafe yang menyediakan pintu masuk dan ruang terpisah untuk perempuan dan laki-laki, atau ruang untuk keluarga di mana perempuan tidak terlihat oleh laki-laki lajang. Di restoran atau kafe yang lebih kecil dan tidak mempunyai cukup ruang untuk pemisahan, perempuan dilarang masuk.

Namun, dalam beberapa tahun ini, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendesakkan reformasi sosial, sehingga kini perempuan dan laki-laki bisa menghadiri konser dan menonton di bioskop. Padahal dua hal tersebut dulunya dilarang.

Dia juga membatasi kewenangan polisi agama di negara itu, yang selama ini menjadi penegak norma sosial konservatif, seperti pemisahan gender di tempat umum.

Dua tahun lalu, perempuan untuk pertama kalinya dibolehkan menyaksikan acara olahraga di stadion di bagian yang disebut sebagai 'keluarga'. Perempuan-perempuan muda dalam beberapa tahun ini juga diizinkan mengikuti pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah, hak yang hanya dimiliki anak laki-laki.

Pada Agustus lalu, kerajaan Arab Saudi mencabut larangan perjalanan yang kontroversial dengan mengizinkan semua warga negara laki-laki maupun perempuan- mempunyai paspor dan bepergian dengan bebas. Hal tersebut mengakhiri kebijakan lama perwalian yang selama ini mengekang kebebasan bergerak perempuan.


Editor : Nathania Riris Michico