Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ternyata Ini Penyebab Tur Lionel Messi di India Rusuh
Advertisement . Scroll to see content

Argentina Siapkan Rp67 Miliar bagi yang Menemukan Kapal Selamnya

Jumat, 16 Februari 2018 - 08:17:00 WIB
Argentina Siapkan Rp67 Miliar bagi yang Menemukan Kapal Selamnya
Kapal selam ARA San Juan (Foto: AL Argentina)
Advertisement . Scroll to see content

BUENOS AIRES, iNews.id – Tiga bulan sudah Kapal Selam ARA San Juan milik Angkatan Laut (AL) Argentina hilang. Sampai saat ini keberadaannya masih misterius.

Beberapa analisis muncul, salah satunya kapal yang mengangkut 44 kru itu meledak tak lama setelah hilang kontak di Laut Atlantik Selatan.

Meski demikian, Pemerintah Argentina tak menyerah mencari kapal selam buatan Jerman itu. Bahkan, kini Argentina mengadakan sayembara dengan memberikan hadiah USD5 juta atau sekitar Rp67 miliar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan kapal.

"Bagi orang yang dapat memberikan informasi dan data sehingga memungkinkan kami menemukan keberadaan dan menentukan lokasi kapal," demikian pernyataan kementerian pertahanan Argentina, merujuk pada siapa yang berhak menerima hadiah itu, dikutip dari AFP.

Pernyataan mengenai hadiah ini pertama kali disampaikan oleh Presiden Mauricio Macri pada 7 Februari 2018 saat bertemu dengan keluarga korban. Namun kala itu dia belum menyebut angkanya.

Presiden Macri juga mengajak pihak swasta untuk bergabung dengan AL dalam pencarian. Hingga saat ini belasan negara sudah terlibat dalam pencarian di lepas pantai Argentina. Mereka mengerahkan perlengkapan militer, kapal oseanografi, serta pesawat.

Keluarga korban mendesak pemerintah mengerahkan lebih banyak kapal untuk mempercepat pencarian ARA San Juan, meski kemungkinan para kru ditemukan dalam kondisi hidup bisa dibilang tak mungkin. Kapal hanya bisa bertahan selama sepekan tanpa pasokan oksigen, sementara saat ini sudah 3 bulan.

ARA San Juan melakukan kontak terakhir dengan pangkalan AL pada 15 November 2017. Dalam pembicaraan itu diketahui kapal mengalami masalah pada baterai. Disebutkan ada kebocoran air yang menyebabkan terjadinya korsleting. Karena kehilangan tenaga, kapal yang mengandalkan sumber penggeraknya pada diesel-listrik itu tak bisa naik ke permukaan.

Sebuah organisasi internasional yang bertugas melacak ledakan atom di bumi mendeteksi adanya suara tak biasa di dekat posisi kapal hilang kontak. Suara tak lazim itu yang kemudian disebut dengan ledakan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut