Arkeolog Jerman Temukan Peninggalan Perpustakaan Romawi Kuno
Setelah membandingkan struktur temuan dengan bangunan kuno lainnya, termasuk Kota Romawi Efesus di Turki yang memiliki perpustakaan monumental, ternyata sisa-sisa reruntuhan di Koln berasal dari perpustakaan yang dibangun sekitar abad ke-2.
Pada masa itu, Koln berada di bawah kekuasaan Romawi.
Bangunan aslinya diduga terdiri dari dua lantai, dengan ukuran sekitar 20 kali 9 meter. Trier mengatakan, para peneliti dan ilmuwan kala itu punya banyak pilihan untuk dibaca.
"Ada beberapa ribu gulungan (tulisan) yang bisak dipinjam," ujarnya.
Sisa-sisa perpustakaan kuno itu sekarang akan diintegrasikan ke dalam gedung gereja yang baru. Peninggalan Romawi tersebut nantinya bisa diakses oleh pengunjung. Bagian lain akan tetap dipertahankan untuk bahan penelitian arkeologi.
Gereja Katedral ikonik di Kota Koln, Jerman. (Foto: Deutsche Welle)
Kota Koln, yang berada di tepi sungai Rhein, dikenal di seluruh dunia karena Katedral Gotik "Kölner Dom" yang megah yang terletak di pusat kota. Tapi Koln juga kaya peninggalan Romawi.
Seorang jenderal Romawi mendirikan permukiman di kawasan ini pada tahun 38 sebelum Masehi dan menamakannya Ara Ubiorum. Beberapa puluh tahun kemudian, kota ini menjadi pos terdepan pasukan Romawi dan diberi status koloni oleh Kaisar Claudius.
Kaisar Claudius juga mengganti namanya menjadi Colonia Claudia Ara Agrippinensium, disingkat CCAA, sebagai penghormatan terhadap istrinya Agrippina yang lahir di sana.
Peninggalan dari masa Romawi hingga sekarang masih bisa dilihat di bagian Köln, yaitu dari tembok besar, gerbang kota, sistem saluran air di atasl hingga sistem kanal di bawah tanah. Sekarang situs bersejarah Kota Koln bertambah dengan ditemukannya peninggalan perpustakaan Romawi kuno.
Editor: Nathania Riris Michico